

KUNINGAN – Misteri mayat tanpa identitas yang ditemukan membusuk di Puncak Gunung Ciremai akhirnya terungkap. Korban teridentifikasi sebagai Urip Masurip (41), seorang warga RT 1 RW 1, Dusun 1 Citelang, Desa Sangkanmulya, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan.
- Berjibaku Delapan Jam, MPA Silihwangi dan Tim Gabungan Jinakkan Karhutla di 3 Blok Lereng Ciremai
- Cigugur Ditetapkan Jadi Titik Ketiga Pengamanan Karhutla Gunung Ciremai
- Siaga Karhutla Kuningan Menguat, Tim Gabungan Bentuk Barikade di Titik Rawan
- Wahana Ajaib Lolos Dramatis ke Final U-18 dan Bidik Tiket Kejuaraan Nasional U-19
- Erupsi Anak Krakatau Meluas, Empat Bandara Ditutup Sementara dan Pesisir Selat Sunda Dipastikan Aman
Identitas korban dipastikan oleh pihak keluarga setelah mengenali barang-barang yang fotonya tersebar, yang ditemukan di lokasi kejadian. Sepupu korban, Jaenudin, membenarkan bahwa pihak keluarga telah mengonfirmasi jenazah tersebut adalah Urip.
“Keluarga meyakini itu adalah Urip, terutama setelah melihat pakaian dan sarung yang ada di foto. Ada juga ciri luka di tangan kanannya,” ujar Jaenudin, di lokasi evakuasi Cibunar, Jumat (31/10/2025) malam.
Jaenudin menjelaskan, Urip Masurip telah meninggalkan rumah selama sebulan terakhir dan tidak kunjung pulang. Pihak keluarga yang khawatir telah melaporkan kehilangannya ke Polsek setempat pada 7 Oktober 2025 lalu.
“Belakangan ini, kebiasaannya memang lebih sering di rumah saja, jarang keluar, dan tidak bekerja,” ungkap Jaenudin.
Proses identifikasi oleh keluarga, lanjutnya, diperkuat oleh kesaksian anak kedua korban, Fira (siswi kelas 2 SMP). Menurut Jaenudin, Fira sangat hafal dengan pakaian yang dikenakan ayahnya.
“Fira sering mencuci pakaian ayahnya, sehingga dia tahu jelas pakaian yang sering dipakai almarhum,” tambahnya.
Terkait keberadaan korban di puncak gunung, Jaenudin mengungkapkan bahwa Urip memiliki hobi lama yang berkaitan dengan alam bebas. “Korban waktu mudanya memang dikenal sering naik gunung,” jelasnya.
Korban diketahui sudah bercerai dan merupakan ayah dari dua anak, Rifa (pelajar SMK) dan Fira (pelajar SMP).
Sementara, Kapolres Kuningan, AKBP M Ali Akbar, membenarkan bahwa identitas korban sudah diketahui. Indentifikasi ini didukung juga dari pemeriksaan sidik jari yang sangat identik dengan korban seperti yang disebutkan pihak keluarga.(Nars)



