KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna mengawasi sekaligus memastikan program strategis tersebut berjalan lancar.
Langkah ini sejalan dengan arahan Kementerian Dalam Negeri, serta diharapkan dapat menjawab berbagai persoalan yang muncul di lapangan.
- Siap-Siap! PLN Kuningan Lakukan Pemeliharaan Jaringan Besok, Sembilan Wilayah Ini Bakal Padam
- Tumbangkan KLN Elite 3-1, Proton FC Kuningan Selangkah Lagi Juara Pro Futsal League 2
- Soroti Anggaran Perjalanan Dinas BPKAD Rp1,2 Miliar, Bupati Kuningan Disebut Terapkan Standar Ganda
- Pesona Curug Sema di Gunungmanik, Surga Tersembunyi untuk Pecinta Petualangan di Kuningan
- 5 Kegiatan DKM Al Ashri Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Ada Tabligh Akbar dan Santunan Yatim
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengatakan kehadiran Satgas MBG menjadi bagian dari upaya percepatan dan penguatan program. Satgas diharapkan dapat membantu akselerasi sekaligus meminimalisir permasalahan, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
“Intinya, Satgas ini dihadirkan untuk membantu akselerasi pelaksanaan MBG agar berjalan lancar dan tepat sasaran,” ujar Dian, Selasa (23/9/2025).
Satgas MBG akan melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait sesuai dengan bidang tugasnya. Misalnya, Dinas Kesehatan bersama puskesmas ditugaskan mengawasi kualitas menu makanan dan memastikan tidak ada lagi kejadian keracunan seperti yang sempat terjadi di Cilimus beberapa waktu lalu.
“Kami tidak menafikan adanya persoalan di lapangan. Karena itu, Satgas akan kami aktifkan dan SKPD terkait akan kami dorong untuk melaksanakan tugas serta kewenangannya,” jelas Dian.
Terkait pembahasan bersama dengan pihak ketiga atau mitra program, Bupati menyebutkan bahwa pembahasan akan dilakukan setelah Satgas bersama koordinator SPPI (Satuan Petugas Pengawasan Internal) melakukan pertemuan awal.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kuningan, Yaya, menyambut baik pembentukan Satgas MBG. Ia menilai keberadaan Satgas penting untuk memastikan pelaksanaan program sesuai dengan tujuan awal, yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang lebih baik.
“Saya mengapresiasi langkah pemerintah daerah membentuk Satgas. Harapannya, dengan adanya Satgas ini semua kekurangan bisa diperbaiki sehingga program MBG berjalan lebih baik,” ungkap Yaya. (Nars)
















