KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna mengawasi sekaligus memastikan program strategis tersebut berjalan lancar.
Langkah ini sejalan dengan arahan Kementerian Dalam Negeri, serta diharapkan dapat menjawab berbagai persoalan yang muncul di lapangan.
- Menu MBG Bermasalah atau Tak Sesuai Harga? Lapor ke Sini Saja!
- Soal Kelola Alam, Patuh Regulasi Saja Tak Cukup, Pejabat Wajib Punya Kesadaran Spiritual
- Banjir Menghantui Cirebon, Anton Octavianto: Stakeholder dari Hulu ke Hilir Harus Satukan Visi untuk Solusi
- Buntut Sidak KDM, Satpol PP Segel 6 Titik Galian Batu di Pasawahan
- Sikapi Temuan Satgas P3MBG dalam Sidak, Forum Dapur MBG Kuningan: Ini ‘Cambuk’ untuk Berbenah!
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengatakan kehadiran Satgas MBG menjadi bagian dari upaya percepatan dan penguatan program. Satgas diharapkan dapat membantu akselerasi sekaligus meminimalisir permasalahan, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
“Intinya, Satgas ini dihadirkan untuk membantu akselerasi pelaksanaan MBG agar berjalan lancar dan tepat sasaran,” ujar Dian, Selasa (23/9/2025).
Satgas MBG akan melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait sesuai dengan bidang tugasnya. Misalnya, Dinas Kesehatan bersama puskesmas ditugaskan mengawasi kualitas menu makanan dan memastikan tidak ada lagi kejadian keracunan seperti yang sempat terjadi di Cilimus beberapa waktu lalu.
“Kami tidak menafikan adanya persoalan di lapangan. Karena itu, Satgas akan kami aktifkan dan SKPD terkait akan kami dorong untuk melaksanakan tugas serta kewenangannya,” jelas Dian.
Terkait pembahasan bersama dengan pihak ketiga atau mitra program, Bupati menyebutkan bahwa pembahasan akan dilakukan setelah Satgas bersama koordinator SPPI (Satuan Petugas Pengawasan Internal) melakukan pertemuan awal.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kuningan, Yaya, menyambut baik pembentukan Satgas MBG. Ia menilai keberadaan Satgas penting untuk memastikan pelaksanaan program sesuai dengan tujuan awal, yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang lebih baik.
“Saya mengapresiasi langkah pemerintah daerah membentuk Satgas. Harapannya, dengan adanya Satgas ini semua kekurangan bisa diperbaiki sehingga program MBG berjalan lebih baik,” ungkap Yaya. (Nars)










