KUNINGAN – Upaya mengantisipasi potensi banjir di musim hujan terus dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung (Cimancis). Selama tiga pekan terakhir, BBWS melaksanakan pengerukan Sungai Cisanggarung di Desa Kadugede, Kabupaten Kuningan.
Normalisasi ini merupakan langkah cepat untuk mengatasi sedimentasi dan penyempitan alur sungai yang selama ini menjadi pemicu meluapnya air saat hujan deras.
- Setahun Memimpin di Tengah Fiskal Terseok, Duet Dian-Tuti Sukses Bikin Ekonomi Kuningan Melesat Tertinggi se-Pulau Jawa
- Tahun Baru Imlek 2026, The Icon dan Embun Sang’ga Langit Hadirkan Atraksi Barongsai dan Diskon Kamar dan Kuliner – Jangan Lewatkan!
- Musim Hujan, Warga Cikondang “Menabung Air” Lewat Revitalisasi Blok Cirangkong
- Pererat Silaturahmi Jelang Ramadan, Koramil 1501 Kuningan Gelar Munggahan Bersama Anggota DPRD
- Ironi Kemegahan Waduk Darma: Wisata Mendunia, Masih Ada Desa “Miskin Ekstrem”
Selain pengerukan, vegetasi liar yang mengganggu aliran sungai juga disingkirkan agar kapasitas sungai kembali optimal.
Kasi Kesra Desa Kadugede, Iwan Ridwan, menyampaikan apresiasinya atas bantuan BBWS Cimancis. Ia mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga sungai agar tetap bersih.
“Yang paling penting adalah kesadaran kita bersama. Sungai bukan tempat sampah. Kalau kita rawat bersama, kita bisa hindari bencana banjir di masa mendatang,” ujarnya, Senin (22/9/2025).
Sementara itu, petugas alat berat BBWS, Wisnu, menjelaskan bahwa pekerjaan normalisasi ditargetkan selesai pada Selasa (23/9/2025). Total pengerjaan mencakup 52 meter di tiga titik, masing-masing sepanjang 17, 9, dan 26 meter.
Selain normalisasi, BBWS juga membangun tembok penahan tanah (TPT) untuk mengantisipasi longsoran bantaran sungai.
Petugas BBWS lainnya, Detri, mengatakan pembangunan TPT ini merupakan tindak lanjut dari longsor yang pernah terjadi pada Mei 2025 lalu. “Untuk pemeliharaan dan penanganan longsoran, sudah dibuatkan juga TPT agar bantaran sungai tidak mudah ambruk,” jelasnya.
Warga Desa Kadugede, Dadawuk, mengaku bersyukur dengan adanya program normalisasi sungai ini. Ia berharap langkah tersebut benar-benar bisa melindungi warga dari ancaman banjir.
“Atas nama warga, kami ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan dengan adanya pengerukan ini, wilayah kami lebih aman saat musim hujan,” katanya. (Nars)


