

KUNINGAN – Upaya mengantisipasi potensi banjir di musim hujan terus dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung (Cimancis). Selama tiga pekan terakhir, BBWS melaksanakan pengerukan Sungai Cisanggarung di Desa Kadugede, Kabupaten Kuningan.
Normalisasi ini merupakan langkah cepat untuk mengatasi sedimentasi dan penyempitan alur sungai yang selama ini menjadi pemicu meluapnya air saat hujan deras.
- Jaga Kebugaran Wakil Rakyat, DPRD Kuningan Gelar Medical Check Up, Puluhan Anggota Dewan Ditest Urine
- Meski Dipangkas Ratusan Miliar, DPRD Kuningan Sepakati Perubahan APBD 2026 dan Beri Catatan Ini
- Pangkas Rp175 Miliar, Pemkab Kuningan Tetapkan APBD Perubahan 2026
- Komisi IV DPRD Kuningan Respons Lonjakan Pasien Gejala Flu, Pastikan Tidak Ada Penolakan BPJS dan Ketersediaan Obat Aman
- Teka-teki Ketua DPC Gerindra Kuningan, Meski Ada Klaim Pengorbanan Kader, Keputusan Murni di Tangan Prabowo
Selain pengerukan, vegetasi liar yang mengganggu aliran sungai juga disingkirkan agar kapasitas sungai kembali optimal.
Kasi Kesra Desa Kadugede, Iwan Ridwan, menyampaikan apresiasinya atas bantuan BBWS Cimancis. Ia mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga sungai agar tetap bersih.
“Yang paling penting adalah kesadaran kita bersama. Sungai bukan tempat sampah. Kalau kita rawat bersama, kita bisa hindari bencana banjir di masa mendatang,” ujarnya, Senin (22/9/2025).
Sementara itu, petugas alat berat BBWS, Wisnu, menjelaskan bahwa pekerjaan normalisasi ditargetkan selesai pada Selasa (23/9/2025). Total pengerjaan mencakup 52 meter di tiga titik, masing-masing sepanjang 17, 9, dan 26 meter.
Selain normalisasi, BBWS juga membangun tembok penahan tanah (TPT) untuk mengantisipasi longsoran bantaran sungai.
Petugas BBWS lainnya, Detri, mengatakan pembangunan TPT ini merupakan tindak lanjut dari longsor yang pernah terjadi pada Mei 2025 lalu. “Untuk pemeliharaan dan penanganan longsoran, sudah dibuatkan juga TPT agar bantaran sungai tidak mudah ambruk,” jelasnya.
Warga Desa Kadugede, Dadawuk, mengaku bersyukur dengan adanya program normalisasi sungai ini. Ia berharap langkah tersebut benar-benar bisa melindungi warga dari ancaman banjir.
“Atas nama warga, kami ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan dengan adanya pengerukan ini, wilayah kami lebih aman saat musim hujan,” katanya. (Nars)



