KUNINGAN — Ratusan pecinta burung perkutut dari berbagai daerah memadati Lapangan Kung Mania Desa Purwasari Kecamatan Garawangi Kabupaten Kuningan pada Ahad, 21 September 2025, dalam acara Kontes Burung Perkutut.
Acara ini bukan hanya menjadi ajang adu suara, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana silaturahmi dan peresmian lapangan baru untuk komunitas pecinta burung.
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
- Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban
- Kenang Jasa Guru dan Orangtua, Demonstran HMI Kuningan Tak Kuat Tahan Air Mata, Sebut Anggaran Pendidikan Selalu Jadi Bancakan
- Ditanya Transparansi Pengawasan Temuan BPK di Disdikbud, Ini Jawaban Wakil Ketua DPRD Kuningan Ujang Kosasih
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah dalam sambutannya, mengapresiasi tingginya antusiasme peserta. Ia menyebut burung perkutut sebagai simbol keindahan suara, kesabaran, dan ketekunan.


Pj Sekda menyamakan filosofi perawatan burung perkutut yang butuh konsistensi dan kebersamaan dengan upaya pembangunan di Kabupaten Kuningan.
“Pembangunan itu seperti merawat perkutut. Tidak bisa instan, harus dirawat dengan kasih sayang, konsistensi, dan kebersamaan,” ujarnya.
Selain jadi ajang silaturrahmi antar pecinta Burung Perkutut, agenda ini diharapkan terus digelar guna menggairahkan promosi potensi wisata di Kabupaten Kuningan. “Juga bisa mengangkat ekonomi lokal, dengan banyaknya peserta dari luar daerah,” kata Wahyu.


Menurut Ketua Panitia Kontes, Dudi Kurniadi, acara ini berhasil menyatukan sekitar 150 peserta dari wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan). Selain kontes, acara ini juga menandai peresmian Lapangan Kung Mania Purwasari sebagai lokasi resmi kontes burung perkutut di Kuningan.
Dudi berharap, kegiatan serupa dapat terus digelar untuk mempererat persaudaraan antar-komunitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta pariwisata daerah. “Semoga semua pecinta perkutut bisa bergabung dan bersilaturahmi di tempat ini,” tambahnya.
Dudi berharap kontes burung perkutut dapat menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa hobi positif bisa membawa dampak nyata bagi kemajuan daerah.
Sejumlah peserta kontes yang berhasil meraih juara mendapatkan uang pembinaan dan tropi yang disediakan panitia. (Nars)

























