KUNINGAN – Setelah harga daging ayam mengalami kenaikan signifikan, kini giliran harga cabai yang meroket di pasar tradisional Kabupaten Kuningan, khususnya di Pasar Baru Kuningan. Kenaikan harga ini membuat pembeli mengeluh, dan pasar pun terlihat lebih sepi dari biasanya.

- Pencurian Kayu Sonokeling di Kawasan TNGC, Pelaku Ilegal Logging Terancam 5 Tahun Penjara
- Sidak di Talaga Nilem, KDM Tengahi Kisruh Air Kuningan-Cirebon
- Teror Anjing Liar di Cilebak, 44 Domba Jadi Korban, Diskanak Turunkan Tim ‘GAS ELPIJI’
- Kecewa Ada Tambang di Lereng Ciremai, KDM Tegur BTNGC: Nanam Pohon Seremonial!
- Sempat Dikabarkan Batal Datang, Dedi Mulyadi Diam-diam Sidak Tambang Batu di Kaki Ciremai
Pada Kamis (18/9/2025), harga cabai merah besar mencapai Rp60.000 per kilogram, naik drastis dari harga semula Rp35.000. Kenaikan yang lebih tajam terjadi pada cabai keriting, yang kini dijual seharga Rp65.000-Rp70.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp35.000-Rp40.000.
Sementara itu, cabai Jablay dibanderol Rp40.000 per kilogram, dan harga cabai rawit justru mengalami penurunan. Selain cabai, harga bawang merah juga naik menjadi Rp40.000 per kilogram, dari semula Rp35.000.
Seorang pedagang di los Pasar Baru Kuningan, Yuyun, mengeluhkan kondisi ini. Menurutnya, kenaikan harga yang terjadi setiap hari dalam sepekan terakhir ini tidak diikuti oleh peningkatan jumlah pembeli.
“Pasokan beberapa jenis sayuran dan bumbu dapur ke pasar tradisional mengalami penurunan sehingga harganya naik,” ujar Yuyun.
Ia menambahkan, banyak pembeli yang memilih untuk tidak membeli cabai sementara waktu karena harganya yang terlalu tinggi. Hal ini menyebabkan omzet para pedagang menurun.
Warga dan pedagang berharap agar harga komoditas penting ini bisa segera kembali normal sehingga daya beli masyarakat pulih dan aktivitas pasar kembali ramai. (Nars)










