

JAKARTA – “Guru Hebat, Indonesia Kuat”. Tema besar Anugerah GTK Hebat 2025 tahun ini seolah menemukan perwujudan nyatanya dalam sosok Kokoy Kurnaeti, S.Pd., M.Pd. Kepala SLBN Taruna Mandiri Kabupaten Kuningan ini sukses menorehkan sejarah dengan meraih Juara 2 Nasional kategori Kepala SLB Dedikatif.


Perjalanan Kokoy menuju panggung nasional tidaklah mudah. Ia memulainya dengan menyisihkan 13 kandidat lain di tingkat Provinsi Jawa Barat hingga keluar sebagai Juara 1 dan menjadi satu-satunya wakil Jabar di kancah nasional.
- Bupati Kuningan Unjuk Prestasi di Hadapan Gubernur, KDM Tekankan Pentingnya Keteladanan Pemimpin
- Gubernur Dedi Mulyadi Soroti RTRW Kuningan: Kelestarian Gunung Ciremai Adalah Nadi Kehidupan
- Hari Jadi ke-528 Kuningan: Ekonomi Melesat 7 Persen Tanpa Tinggalkan Budaya Lokal
- Ramai Flyer Wabup Tuti untuk Bupati Dian, Pengamat: Beneran “Pecah Kongsi”?
- Perkuat Ekosistem Bisnis, Homeless Media Ciayumajakuning Jajaki Kolaborasi dengan GEKRAF Cirebon
Yang membuat prestasi ini kian istimewa, Kokoy adalah seorang penyandang disabilitas netra. Namun, dengan kompetensi dan visinya, ia mampu bersaing sejajar—bahkan mengungguli—banyak kepala sekolah non-disabilitas dari berbagai provinsi.
Ditemui usai penganugerahan di Istora Senayan, Kamis (27/11/2025), Kokoy mengungkapkan kunci keberhasilannya terletak pada program transformasi sekolah yang ia gagas, yakni “Penguatan SLB Vokasional melalui Program Taruna Nagara”.
“Program ini memiliki filosofi Ngahiji, Ngabakti, Ngajadi, Raharja. Tujuannya satu, mengubah SLB bukan hanya sekadar sekolah, tapi inkubator kemandirian. Kami ingin siswa berkebutuhan khusus lulus dengan keterampilan nyata, kreatif, dan produktif,” ujar Kokoy penuh semangat.
Di bawah kepemimpinannya, SLBN Taruna Mandiri bertransformasi menjadi sekolah rujukan yang inklusif. Bahkan, inovasi vokasionalnya telah menarik perhatian dunia internasional, terbukti dengan adanya kerjasama bersama Prof. Masataka Kizuka dari Kyoto Prefectural University of Medicine, Jepang, serta kunjungan CEO Tasuc Corporation.
Puncak apresiasi negara terhadap dedikasi Kokoy terlihat saat ia duduk sejajar dengan para petinggi negara dan menerima Lencana Kehormatan yang disematkan langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
Dalam kesempatan tersebut, Kokoy juga menyerahkan masterpiece karya anak didiknya berupa Batik Muning Cerme kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Batik ini adalah bukti otentik bahwa di tangan guru yang tepat, keterbatasan siswa tunarungu dapat diubah menjadi karya seni bernilai tinggi.
”Prestasi ini saya persembahkan untuk seluruh anak-anak istimewa di Indonesia. Jangan pernah menyerah, karena kita semua punya kesempatan yang sama untuk menjadi lokomotif perubahan bangsa,” tandasnya. (Nars)



