

KUNINGAN – Penyatuan dualisme kepemimpinan di tubuh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) tingkat pusat disambut dengan optimisme dan semangat baru oleh para petani di Kuningan. Ketua DPC HKTI Kabupaten Kuningan versi Fadli Zon, Udin Kusnedi, melihat momen ini sebagai kesempatan emas untuk lebih fokus pada kepentingan petani dan memperkuat ketahanan pangan.
Udin mengungkapkan rasa bangganya terhadap para pemimpin bangsa yang memberikan contoh bagaimana kepentingan rakyat harus diutamakan di atas kepentingan kelompok. “Rasa bangga terhadap para pemimpin bangsa, mereka memberikan contoh betapa kepentingan rakyat lebih utama daripada kepentingan kelompok,” ujar Udin.
- Melihat Wajah Baru Desa Jagara Kuningan, Sinergi Jurnalis dan OJK Bangkitkan Pariwisata dan UMKM Lokal
- Kinerja Sektor Jasa Keuangan Ciayumajakuning Tumbuh Positif, OJK Cirebon Catat Lonjakan Investor Pasar Modal
- Dari Tumbuk Tradisional ke Roasting Modern: Wabup Kuningan Dorong Kopi Lokal dan UMKM Naik Kelas
- Niat Mendahului Truk Berakhir Tragis, Pelajar 16 Tahun di Kuningan Meninggal Dunia
- Polres Kuningan Bekuk Dua Pelaku Curanmor Spesialis Rumah dan Garasi, Motor RX-King hingga Xeon Disita
Ia menyoroti kinerja pemerintah saat ini dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan, yang dinilainya luar biasa dan patut dicontoh. “Kita lihat hari ini betapa pemerintah lagi memiliki kerja nyata dalam ketahanan pangan. Ini luar biasa, patut jadi contoh bagi yang lain,” tambahnya.
Terlebih, Udin menyebutkan Kabupaten Kuningan sangat diuntungkan dengan letak geografisnya yang mendukung sektor pangan. Potensi ini harus dimanfaatkan secara optimal. Dalam semangat kebersamaan, Udin Kusnedi mengajak seluruh pelaku usaha di bidang pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan untuk bersinergi.
“Saya mengajak kepada seluruh pelaku usaha di bidang pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan untuk bersama-sama melakukan tindakan agar ketahanan pangan bisa terealisasi dengan baik,” sebutnya.
Penyatuan HKTI di tingkat pusat diapresiasi Udin untuk membawa dampak positif hingga ke daerah, memperkuat posisi petani, dan mewujudkan kemandirian pangan yang lebih baik di Kabupaten Kuningan. (Nars)



