

KUNINGAN – Penyatuan dualisme kepemimpinan di tubuh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) tingkat pusat disambut dengan optimisme dan semangat baru oleh para petani di Kuningan. Ketua DPC HKTI Kabupaten Kuningan versi Fadli Zon, Udin Kusnedi, melihat momen ini sebagai kesempatan emas untuk lebih fokus pada kepentingan petani dan memperkuat ketahanan pangan.
Udin mengungkapkan rasa bangganya terhadap para pemimpin bangsa yang memberikan contoh bagaimana kepentingan rakyat harus diutamakan di atas kepentingan kelompok. “Rasa bangga terhadap para pemimpin bangsa, mereka memberikan contoh betapa kepentingan rakyat lebih utama daripada kepentingan kelompok,” ujar Udin.
- Perkuat Kolaborasi, PHRI Wilayah III Cirebon Gelar Rakorwil di Kuningan
- Isu Geothermal Gunung Ciremai Mencuat Lagi, Ketua Fraksi PDIP Kuningan Sentil Pemda Tak Punya Sikap Jelas
- Ratusan Hektare Hutan Subang Ditanami Kopi Ilegal, Rana Suparman Desak Penyelamatan Gunung Kendeng
- Klarifikasi Sanksi RS Permata, DLH Kuningan: Uang Masuk Negara
- Perjuangan Tanpa Henti Tim Gabungan Padamkan Karhutla Kuningan, Melawan Angin dan Bara di Lereng Ciremai
Ia menyoroti kinerja pemerintah saat ini dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan, yang dinilainya luar biasa dan patut dicontoh. “Kita lihat hari ini betapa pemerintah lagi memiliki kerja nyata dalam ketahanan pangan. Ini luar biasa, patut jadi contoh bagi yang lain,” tambahnya.
Terlebih, Udin menyebutkan Kabupaten Kuningan sangat diuntungkan dengan letak geografisnya yang mendukung sektor pangan. Potensi ini harus dimanfaatkan secara optimal. Dalam semangat kebersamaan, Udin Kusnedi mengajak seluruh pelaku usaha di bidang pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan untuk bersinergi.
“Saya mengajak kepada seluruh pelaku usaha di bidang pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan untuk bersama-sama melakukan tindakan agar ketahanan pangan bisa terealisasi dengan baik,” sebutnya.
Penyatuan HKTI di tingkat pusat diapresiasi Udin untuk membawa dampak positif hingga ke daerah, memperkuat posisi petani, dan mewujudkan kemandirian pangan yang lebih baik di Kabupaten Kuningan. (Nars)



