KUNINGAN – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) fokus memperbaiki sejumlah ruas jalan yang diprediksi akan menjadi titik kepadatan lalu lintas.
Perbaikan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan para pengguna jalan, khususnya wisatawan yang datang dari luar daerah.
Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Kuningan, Teddy Sukmajayadi, menyampaikan bahwa salah satu titik prioritas perbaikan adalah ruas jalan lingkar timur dari arah Cirebon, khususnya segmen Caracas – Sampora.
- Gandeng Akademisi, Rumah Sadulur Perkuat Benteng Lingkungan Desa Cikondang Lewat ‘Pepeling’
- Dituding “Jual” Air Ciremai ke Pengusaha, Warga Kuningan Minta Presiden Prabowo Bubarkan BTNGC
- Kritik Generasi Tua, Gerakan Pemuda Kuningan Siap Turun ke Jalan Soroti Isu Lingkungan TNGC
- ”Menghilangkan” Kaliandra, Puspita Cipta Group Ungkap Alasan Pembukaan Lahan untuk Proyek “Arboretum”
- Puspita Cipta Group Bantah Bangun Sirkuit di Palutungan, Sepakat Tarik Alat Berat Sesuai Instruksi Bupati
“Beberapa kerusakan di ruas ini sudah kami perbaiki meski masih sebatas penambalan. Selain itu, rumput liar di kanan-kiri jalan yang mengganggu penglihatan pengendara juga sudah dibersihkan,” ujar Teddy, Selasa (17/12/2024).
Teddy menambahkan, kawasan wisata Palutungan di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, juga diprediksi akan menjadi salah satu titik kepadatan selama musim liburan.
“Kami sudah melakukan perbaikan di ruas Cisantana hingga Desa Cileuleuy, termasuk membersihkan rumput liar yang tumbuh subur di sekitar badan jalan,” katanya.

Di wilayah perkotaan, ruas jalan yang mendapatkan prioritas pemeliharaan antara lain Jalan Sudirman, Jalan Siliwangi, Jalan Cut Nyak Dhien, Jalan Aruji, dan Jalan Moh Toha.
“Targetnya hari ini progres perbaikan jalan rusak di titik-titik tersebut sudah selesai, meski belum maksimal karena keterbatasan anggaran,” ungkapnya.
Menurut Teddy, pihaknya baru mampu mengalokasikan 60 ton hotmix untuk perbaikan jalan di masa liburan Nataru.
“Idealnya dibutuhkan sekitar 300 ton material agar perbaikan di seluruh titik dapat terpenuhi, tetapi saat ini kami hanya bisa mengalokasikan 60 ton. Kami memahami keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan, namun beberapa ruas sudah kami anggarkan untuk diperbaiki tahun depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Teddy menyebut pihaknya menargetkan perbaikan jalan sepanjang 150 kilometer pada 2025 mendatang, dengan fokus utama di wilayah barat seperti ruas Matangaji – Mandirancan – Sukamukti – Gunungkeling, wilayah tengah ruas lingkar timur dan perkotaan, serta wilayah timur ruas Panawuan – Jambugeulis – Kalimanggis.
“Kami sudah menyampaikan kepada pimpinan bahwa ini adalah target besar yang harus dikerjakan, tidak hanya untuk liburan Nataru tetapi juga untuk menyambut Ramadhan dan Idul Fitri tahun depan. Dukungan anggaran dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi Jawa Barat, dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat sangat dibutuhkan,” tutur Teddy. (Nars)










