KUNINGAN – Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap seorang remaja bernama Tia Sutiawan, berusia 16 tahun, yang dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di aliran Sungai Cisanggarung. Korban, yang merupakan warga Dusun Manis, Desa Cibinuang, Kecamatan Kuningan, dilaporkan hilang sejak Selasa (28/10/2025) sore.
- Eksploitasi Anak dalam Promosi Vape, Komdigi Beri Ultimatum Tiga Hari untuk YouTube
- Transformasi Pertanian Kuningan: Inovasi Traktor AI, Perluasan Lahan 5.671 Hektare, hingga Eksplorasi Komoditas Baru
- Menjelang HUT ke-81 RI, Perhatikan Cara Penulisan Ucapan Kemerdekaan yang Tepat Secara Tata Bahasa
- Manajemen Embun Sangga Langit dan PHRI Kuningan Pastikan Penetapan Pajak dan Service Charge Transparan Sesuai Aturan
- Kibarkan Pataka Matahari Putih Bersinar, Udin Kusnedi Optimis Kembalikan Masa Keemasan PAN Kuningan
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengonfirmasi bahwa operasi pencarian dilanjutkan pada Rabu (29/10/2025) pagi.
“Benar, kami menerima laporan orang hilang diduga tenggelam. Sesuai prosedur, pencarian telah dilakukan sejak semalam oleh tim gabungan dan warga, dan pagi ini pukul 08.00 WIB, operasi pencarian kembali dilanjutkan,” ujar Indra Bayu saat dikonfirmasi, Rabu (29/10).
Indra menjelaskan, tim gabungan akan memperluas area pencarian di sekitar lokasi korban terakhir terlihat, yakni di aliran Sungai Cisanggarung, Dusun Kliwon, Desa Windujanten.
Berdasarkan laporan yang diterima BPBD, peristiwa ini bermula ketika korban berpamitan kepada orang tuanya untuk pergi memancing pada Selasa sore.
”Informasi dari keluarga, ibu korban sebenarnya sempat bertemu dengan korban di sekitar area persawahan di Desa Windujanten dan sudah menyuruhnya pulang. Namun, korban diduga tetap melanjutkan aktivitas memancing,” jelas Indra.
Kekhawatiran muncul ketika hingga larut malam, Tia Sutiawan tidak kunjung pulang ke rumah. Pihak keluarga bersama warga sekitar segera melakukan pencarian.
Indra Bayu menambahkan, upaya pencarian oleh warga pada Selasa malam hanya menemukan beberapa barang milik korban, di antaranya peralatan pancing serta sandal korban, yang ditemukan di tepi sungai.


Saat ini, lanjut Indra, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Damkar, TNI, Polri, aparat desa serta kecamatan, dan dibantu masyarakat, masih terus melakukan penyisiran di aliran sungai.
“Berdasarkan keterangan saksi, korban terakhir kali terlihat menggunakan kaos berwarna biru dan celana panjang hitam. Kami masih berupaya maksimal di lapangan,” jelas IBE, sapaannya. (Nars)













