Selain menghidupkan usaha yang sudah ada, Udin Kusnedi juga menyoroti terciptanya lapangan kerja riil, terutama bagi kaum remaja, bapak-bapak dan ibu-ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap.
“Ini adalah program padat karya yang sesungguhnya. Ibu-ibu di pedesaan kini memiliki penghasilan tambahan yang jelas dengan terlibat di dapur-dapur umum. Belum lagi tenaga kerja laki-lakinya. Ini secara langsung meningkatkan daya beli masyarakat di level terbawah,” katanya.
HPN Kuningan, kata dia, mengapresiasi langkah strategis ini. Menurutnya, program MBG telah membuktikan bahwa kebijakan yang berorientasi pada peningkatan gizi dapat dirancang sekaligus sebagai instrumen penggerak ekonomi daerah yang ampuh.
Ia bersyukur jika angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kuningan dirilis BPS sudah mencapai dua digit. “Ini bukti bahwa program pro-rakyat ini bukan sekadar ‘bakar uang’, tapi investasi sosial sekaligus stimulus ekonomi yang dampaknya terukur dan langsung dirasakan,” tandasnya. (Nars)
























