Olahraga Kuningan Seni

Resmi Nahkodai FOBI Kuningan, Arief Komara Tancap Gas Siapkan Atlet Barongsai Menuju Porprov 2026‎‎

KUNINGAN – Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kabupaten Kuningan kini memiliki kepengurusan baru yang resmi dilantik untuk periode mendatang. Pelantikan pengurus FOBI Kabupaten Kuningan digelar Senin (15/12/2025) di Teras Pendopo Bupati Kuningan.

Di bawah komando Arief Komara, cabang olahraga (cabor) yang memadukan unsur seni dan ketangkasan ini langsung menargetkan prestasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 di Bekasi.‎‎

Pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Pengprov FOBI Jawa Barat Djoni Toat Muljadi, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, serta Ketua KONI Kabupaten Kuningan, Trias Andriana.‎‎

Usai dilantik, Ketua Pengcab FOBI Kabupaten Kuningan, Arief Komara, menegaskan bahwa tugas pengurus baru bukan sekadar menjalankan roda organisasi, melainkan membangun pondasi kuat bagi generasi selanjutnya.

Ia telah menyiapkan lima langkah strategis, mulai dari pendataan klub, pelatihan wasit dan pelatih, hingga penyelenggaraan event rutin.‎‎ “Kami langsung dihadapkan pada agenda besar Porprov Jabar pada November 2026 di Bekasi. Ini tantangan pertama bagi FOBI Kuningan sebagai organisasi baru. Kami berharap, meski baru pertama kali berpartisipasi, FOBI Kuningan dapat memberikan hasil terbaik dan membawa nama harum daerah,” ujar Arief Komara dalam sambutannya.‎‎

Persib Ditempel Ketat Borneo FC, Ini Hitungan Peluang Juara dan Jadwal Sisa Laga

Arief juga menekankan bahwa Barongsai bukan sekadar atraksi seni, melainkan olahraga yang mengajarkan kerja sama, disiplin, keberanian, dan sportivitas.‎‎

Di tempat sama, Ketua Pengprov FOBI Jawa Barat, Djoni Toat Muljadi, memberikan apresiasi khusus atas pelantikan ini. Ia mengaku terkesan dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Kuningan.

‎‎”Saya baru pertama kali menghadiri pelantikan di mana Pak Bupati dan Ibu Wakil Bupati hadir lengkap. Ini suatu pertanda yang sangat baik bagi kemajuan FOBI di Kuningan,” ungkap Djoni.

‎‎Djoni menegaskan bahwa saat ini Barongsai sudah resmi menjadi cabor prestasi yang dipertandingkan hingga level PON. Ia juga membawa kabar gembira bagi pengurus baru bahwa untuk Porprov mendatang, FOBI menerapkan kebijakan tanpa babak kualifikasi.‎‎

“Kami dari FOBI Provinsi tidak mengadakan babak kualifikasi. Jadi, semua kota dan kabupaten, termasuk Kuningan, silakan kirim atletnya untuk bertanding. Ini kesempatan besar,” tambah Djoni sembari menegaskan bahwa Barongsai kini adalah milik Bangsa Indonesia, bukan milik suku atau agama tertentu.‎‎

Kunci Ketinggalan, 50 Menit Damkar Kuningan Berjibaku Buka Pintu Mobil Warga

Sementara itu, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menantang pengurus baru untuk tidak sekadar terjebak pada seremonial. Ia meminta FOBI Kuningan fokus pada pembinaan usia dini dan regenerasi atlet, mengingat mencari bibit atlet Barongsai memiliki tantangan tersendiri.

‎‎”Tolong susun program kerja yang terarah dan terukur. Fokus pada pembinaan usia dini. Saya akui mencari kader bibit atlet sejak dini itu sulit, tapi ini tantangannya. Jangan sampai organisasi ada, tapi atletnya tidak ada,” tegas Dian.

‎‎Bupati Dian optimistis, dengan perpaduan kerja keras, disiplin, dan doa, Barongsai Kuningan bisa berbicara banyak di level regional maupun nasional.‎‎

“Prestasi adalah pertemuan antara kerja keras, disiplin, dan doa. Jadikan FOBI rumah besar untuk pembinaan karakter. Saya menunggu kiprah dan kontribusinya untuk mengharumkan Kabupaten Kuningan,” tutup Dian. (Nars)

Cegah Longsor dan Banjir, Istri Prajurit ‘Serbu’ Kebun Raya Kuningan untuk Investasi Ekologis

× Advertisement
× Advertisement