Kuningan Ekonomi Bisnis Kuliner

‎Gurih dan Bergizi, Roti Abon Sangkanmulya Jadi Primadona Menu Dapur MBG ‎‎

KUNINGAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah tidak hanya berdampak pada perbaikan gizi siswa, tetapi juga menggeliatkan roda ekonomi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah. Di Kabupaten Kuningan, salah satu menu pendamping yang kini menjadi favorit di Dapur Satuan Pelayanan MBG adalah Roti Abon produksi Sangkanmulya.‎‎

Roti bertekstur lembut dengan topping abon ini tercatat menjadi item yang paling cepat habis dan paling banyak dipesan ulang oleh pihak pengelola Dapur MBG untuk didistribusikan ke sekolah-sekolah.

‎‎Pengusaha Roti asal Kuningan sekaligus pemilik label “NICE” dan “Enggal Bakery” Sangkanmulya, Aripin, membenarkan tingginya antusiasme tersebut.

Menurutnya, dari beragam varian roti yang diproduksi—mulai dari cokelat, keju, hingga strawberi—varian abon justru menduduki peringkat teratas permintaan.

‎‎”Alhamdulillah, respon dari Dapur MBG sangat positif. Berdasarkan laporan yang masuk, anak-anak sekolah ternyata lebih menyukai Roti Abon Sangkanmulya. Mungkin karena rasanya yang gurih dan tidak membuat eneg (muak), jadi cocok untuk menu Makan Bergizi Gratis yang digulirkan pemerintah, ” ujar Aripin saat ditemui di rumah produksinya, Senin (15/12/2025).

Jurus PNM Cirebon Bikin Ratusan Emak-Emak UMKM Naik Kelas dan Kebal Pinjol Ilegal

‎‎‎Aripin menjelaskan, lonjakan pesanan untuk menyuplai program MBG ini memaksanya untuk meningkatkan kapasitas produksi harian. Ia menilai, terpilihnya roti abon sebagai primadona bukan tanpa alasan.

Selain faktor rasa, kandungan gizi pada abon (protein hewani) dinilai sejalan dengan tujuan program MBG untuk pemenuhan nutrisi.‎‎

“Kami tidak main-main soal kualitas. Adonan rotinya kami buat selembut mungkin agar mudah dicerna anak-anak, dan abonnya kami gunakan kualitas super, bukan abon curah sembarangan. Jadi selain kenyang, gizinya juga dapat,” tambahnya.‎‎

Larisnya Roti Abon dari Desa Sangkanmulya ini membuktikan bahwa produk lokal Kuningan memiliki daya saing tinggi dan mampu memenuhi standar ketat program nasional.

Bagi Aripin, program MBG bukan sekadar peluang bisnis, melainkan kesempatan bagi UMKM lokal untuk naik kelas dan berkontribusi langsung pada masa depan generasi muda.‎‎

Wakil Bupati Kuningan Dorong Sinergi Pembangunan dan Sukseskan PTSL dalam Konsolidasi APDESI Merah Putih

“Harapan saya, sinergi antara Dapur MBG dan pengusaha lokal seperti kami bisa terus berjalan. Ini simbiosis mutualisme; anak-anak dapat makanan enak dan bergizi, ekonomi warga lokal juga ikut terangkat,” sebutnya. (Nars)

× Advertisement
× Advertisement