KUNINGAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fraksi Gerindra, H. Rokhmat Ardiyan, M.M., kembali turun ke daerah pemilihan untuk menyerap aspirasi konstituen. Dalam agenda reses yang digelar di Kantor DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan, Senin (15/12/2025), legislator dari Dapil Jabar X ini membawa pesan tegas terkait arah kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
- Menu MBG Bermasalah atau Tak Sesuai Harga? Lapor ke Sini Saja!
- Soal Kelola Alam, Patuh Regulasi Saja Tak Cukup, Pejabat Wajib Punya Kesadaran Spiritual
- Banjir Menghantui Cirebon, Anton Octavianto: Stakeholder dari Hulu ke Hilir Harus Satukan Visi untuk Solusi
- Buntut Sidak KDM, Satpol PP Segel 6 Titik Galian Batu di Pasawahan
- Sikapi Temuan Satgas P3MBG dalam Sidak, Forum Dapur MBG Kuningan: Ini ‘Cambuk’ untuk Berbenah!
Di hadapan kader dan pengurus Partai Gerindra, Rokhmat Ardiyan menekankan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan kedaulatan rakyat benar-benar tegak, salah satunya melalui pengelolaan anggaran negara yang bersih dan tepat sasaran.
”Sesuai arahan Bapak Presiden, anggaran negara itu mutlak untuk rakyat. Tidak boleh ada lagi cerita anggaran negara hanya dinikmati oleh segelintir orang atau kelompok tertentu. Praktik korupsi di setiap lini harus kita berantas sampai ke akar-akarnya,” tegas Ardiyan.
Ia menjelaskan, pokok-pokok pemikiran Presiden Prabowo sangat jelas dalam memperjuangkan nasib bangsa. Fokus utamanya adalah pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur dan sarana publik akan terus digenjot untuk menopang kebutuhan ekonomi warga.
Dalam kesempatan tersebut, Rokhmat Ardiyan juga menepis keraguan mengenai kelanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia memastikan bahwa program andalan pemerintah ini tidak akan dihentikan, melainkan terus mengalami penyempurnaan mekanisme.
“Program MBG bukan untuk dihentikan, tapi akan terus diperbaiki tata kelolanya. Target kita jelas, jangan sampai ada lagi anak-anak di desa, khususnya di pelosok Kuningan, yang mengalami masalah gizi. Generasi penerus harus sehat dan cerdas,” ujarnya.
Ardiyan optimis, dengan potensi besar yang dimiliki Indonesia serta komitmen kuat dari pemerintah pusat, kesejahteraan masyarakat yang merata bukan lagi sekadar mimpi.
”Indonesia punya potensi luar biasa. Tugas kita sekarang adalah mengawal agar potensi dan anggaran itu benar-benar menetes ke bawah, dirasakan manfaatnya oleh rakyat kecil,” ungkapnya. (Nars)










