
KUNINGAN – Gubernur Jawa Barat, KDM, pada arahannya saat menghadiri Paripurna DPRD Kuningan memperingati Hari Jadi ke-528 Kuningan menyebutkani kemajuan Kota Bogor dan Kabupaten Sumedang dalam membudidayakan Ikan Dewa (Kancra Bodas).
Bahkan Dedi Mulyadi sendiri mengaku sudah berhasil membudidayakan ikan dewa ini sejak dirinya masih menjadi wakil bupati di Purwakarta.
- Kisah Haru Pemadaman Karhutla Ciremai: Anggota MPA Selamatkan Anakan Surili dari Pohon Hangus
- Helikopter TNI AU dan KDM Turun di Majalengka, Water Bombing Karhutla Gunung Ciremai Segera Dilakukan Siang Ini
- Medan Ekstrem dan Titik Api Bandel: BPBD Kuningan Kerahkan Personel Jalan Kaki Jangkau Lokasi Karhutla Taman Nasional
- Berapa Luasan Terdampak Kebakaran Gunung Ciremai? BTNGC Ungkap Begini
- Berjibaku Bantu Padamkan Kebakaran Gunung Ciremai, Ini Strategi yang Dikerjakan MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning
Dedi mendorong Kuningan yang dikenal sebagai asal endemik ikan tersebut untuk bisa mengikuti dua wilayah di Jabar tersebut dalam keberhasilan membudidayakan ikan dewa.
Merespons arahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan bahwa program budidaya ikan endemik ikonik itu sejatinya sudah berjalan aktif di wilayah Kuningan.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan, A Taufik Rohman, menyambut baik arahan Gubernur KDM sebagai bentuk dorongan positif. Namun, ia memastikan bahwa Kuningan tidak berdiam diri dan telah memiliki langkah konkret dalam penangkaran Ikan Dewa.
“Memang Pak Gubernur menyampaikan Bogor dan Sumedang sudah lebih maju. Tapi sebetulnya, Kuningan juga sudah ada yang membudidayakan dan programnya sudah berjalan,” ungkap Taufik saat dikonfirmasi Jum’at (4/9/2026).
Taufik membeberkan, praktik budidaya Ikan Dewa yang dikelola oleh peternak lokal telah menampakkan hasil di beberapa titik. Lokasi penangkaran tersebut di antaranya tersebar di wilayah Pasawahan, Cilimus, dan Cibinuang.
“Yang sudah saya datangi langsung itu di tempat Pak Dodo di Cibinuang. Ikan-ikan yang ada di akuarium beliau itu murni hasil peternakan sendiri, bukan dari tangkapan liar,” tegasnya.
Lebih lanjut, sasaran budidaya Pemkab Kuningan tidak hanya terbatas pada varietas Ikan Dewa yang umum menghuni objek wisata seperti Balong Cigugur, Darmaloka, dan Cibulan. Fokus pelestarian kini juga diarahkan pada varietas Kancra Bodas spesifik yang berstatus sangat langka.
Taufik memaparkan, Kuningan memiliki ragam jenis endemik lain, termasuk Ikan Mas Kancra Bodas Raja Danu dan Kancra Bodas Sutisna di Haurkuning.”Alhamdulillah, untuk jenis Raja Danu hari ini sudah mulai dikembangkan oleh BUMDes Desa Rajadanu, bekerja sama dengan Balai Benih Ikan (BBI) Sukabumi. Tadinya varietas ini sempat tidak ada di Kuningan,” papar Taufik.
Sebagai langkah lanjutan, Diskanak Kuningan tengah menyiapkan alokasi anggaran khusus untuk mengembalikan varietas Kancra Bodas Sutisna ke habitat aslinya di Haurkuning. Indukan ikan tersebut rencananya akan didatangkan kembali dari BBI Sukabumi.
Dalam pelaksanaannya, Taufik menjamin penerapan standar karantina yang ketat agar genetik asli endemik Kuningan terbebas dari paparan penyakit maupun percampuran dengan spesies ikan asing. (Nars)
