

KUNINGAN — Pemerintah Kabupaten Kuningan tengah menyiapkan rencana besar untuk menata ulang kawasan wisata di wilayah Kuningan Timur. Salah satu sorotan utamanya adalah revitalisasi objek wisata Pemandian Air Panas Ciangir di Kecamatan Cibingbin, yang diproyeksikan akan mendapat suntikan dana besar pada tahun 2027 mendatang.


Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengungkapkan pemandian air panas Ciangir kini telah masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah. Langkah ini diambil setelah dirinya meninjau langsung lokasi tersebut dan mendapati kondisinya yang memprihatinkan.
- Ketua DPRD Kuningan Tuding Eksekutif Sepelekan Revisi RTRW dan Tak Hargai Rakyat
- Kepala Dinas Kompak Absen, Audiensi RTRW Kuningan Dibubarkan: Relawan Lingkungan Ancam Aksi Massa
- Kuningan Simpan Segudang Bakat Sepak Bola Putri, Akademi Persib dan Askab PSSI Kuatkan Sinergi Pembinaan
- Semarakkan Malam Kemerdekaan, Sekretariat DPRD Kuningan Antusias Ikuti Pawai Taptu
- Babinsa Luragung dan Warga Cileuya Kompak Sulap Jalan Gang Lebih Asri
” Sempat Kami tinjau, kondisi objek wisata tersebut saat ini sangat menyedihkan dan terkesan terbengkalai. Padahal, pemandian air panas Ciangir memiliki daya tarik yang sangat potensial untuk menyedot kunjungan wisatawan, tidak hanya dari kalangan masyarakat Kuningan Timur, tetapi juga dari wilayah tetangga seperti Kabupaten Brebes,” kata Bupati Dian.
Terkait target pelaksanaan perbaikan, Bupati Dian menyebut bahwa Pemkab Kuningan berencana menganggarkan dana revitalisasi secara penuh pada tahun 2027. Keputusan ini mempertimbangkan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saat ini, mengingat perombakan kawasan tersebut diprediksi membutuhkan biaya yang cukup besar.
Di tingkat desa, rencana revitalisasi ini disambut baik oleh pemerintah desa setempat. Kepala Desa Ciangir, Rahmat, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Bupati Kuningan terkait dukungan penuh dari pemerintah daerah untuk membangun kembali wisata Ciangir.
Berdasarkan janji bupati, konsep renovasi ke depan tidak akan menitikberatkan pada pembangunan fisik berupa gedung, melainkan akan ditata dengan konsep yang menyatu dengan alam.
Meskipun belum tersentuh penataan dan renovasi secara menyeluruh, Rahmat memastikan bahwa objek wisata Pemandian Air Panas Ciangir saat ini masih tetap beroperasi dan terbuka untuk umum.
Pengelolaannya sementara waktu masih dipegang langsung oleh pihak desa.Bagi masyarakat yang ingin berkunjung dan menikmati kehangatan air panas alami Ciangir saat ini, pihak pengelola masih mematok harga tiket yang sangat ramah di kantong, yakni hanya sebesar sepuluh ribu rupiah per orang. (Nars)



