

KUNINGAN — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kuningan menggelar aksi nyata melalui program perdana bertajuk “IDI Mengabdi untuk Negeri” di Kecamatan Cibingbin. Membawa semangat jemput bola ke wilayah perbatasan, kegiatan ini langsung menyentuh kebutuhan krusial masyarakat pedesaan, khususnya melalui layanan khitanan massal, pemeriksaan ibu hamil dan bayi, serta pembagian kacamata gratis.


Ketua IDI Kabupaten Kuningan, dr. Arief Wibowo, menjelaskan bahwa terobosan ini dilakukan mengingat masyarakat di pelosok sering kali kesulitan mengakses fasilitas kesehatan tingkat lanjut.
- Ketua DPRD Kuningan Tuding Eksekutif Sepelekan Revisi RTRW dan Tak Hargai Rakyat
- Kepala Dinas Kompak Absen, Audiensi RTRW Kuningan Dibubarkan: Relawan Lingkungan Ancam Aksi Massa
- Kuningan Simpan Segudang Bakat Sepak Bola Putri, Akademi Persib dan Askab PSSI Kuatkan Sinergi Pembinaan
- Semarakkan Malam Kemerdekaan, Sekretariat DPRD Kuningan Antusias Ikuti Pawai Taptu
- Babinsa Luragung dan Warga Cileuya Kompak Sulap Jalan Gang Lebih Asri
Dengan menggandeng 11 dokter spesialis, IDI berupaya mendekatkan layanan yang komprehensif langsung ke tengah masyarakat yang jauh dari pusat kesehatan perkotaan.
Dalam kegiatan bakti sosial tersebut, IDI Kuningan memfokuskan pelayanan pada beberapa sektor vital yang menjadi kebutuhan utama warga Desa Cibingbin dan sekitarnya.
Guna membantu meringankan beban warga, khususnya keluarga kurang mampu, panitia menyelenggarakan khitanan massal agar anak-anak setempat mendapatkan layanan sirkumsisi yang ditangani langsung oleh tenaga medis profesional dengan peralatan yang dijamin steril dan aman.
Selain itu, sebagai langkah proaktif menekan angka stunting dan menjaga kesehatan maternal, para dokter spesialis kandungan dan anak diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan ibu hamil dan bayi. Mereka memeriksa secara langsung kondisi gizi bayi serta memantau perkembangan kehamilan para ibu di wilayah perbatasan tersebut.
IDI juga merespons keluhan gangguan penglihatan yang kerap diabaikan oleh masyarakat pedesaan akibat keterbatasan biaya. Melalui pembagian kacamata gratis yang didahului dengan pemeriksaan mata, warga diharapkan dapat kembali beraktivitas dan bekerja dengan penglihatan yang optimal.
Meski seluruh rangkaian kegiatan bakti sosial ini tidak dipungut biaya sepeser pun dari warga, dr. Arief Wibowo menegaskan bahwa standar operasional dan kualitas pelayanan medis sama sekali tidak dikurangi.
“Pemeriksaan yang lengkap ini walaupun gratis tetapi kita tidak meninggalkan kualitas. Gratis itu hanya istilah, tetapi kualitas akan kita jaga benar-benar. Kami pastikan bahwa apa yang kami hadirkan dan pelayanan yang kami berikan kepada masyarakat adalah yang terbaik,” ujar dr. Arief.
Program jemput bola ini diharapkan tidak berhenti pada satu acara saja. Melalui kolaborasi yang kuat bersama pemerintah daerah, puskesmas, rumah sakit, dan para sponsor, kegiatan serupa diharapkan dapat terus menjangkau pelosok desa lainnya agar hak atas kesehatan yang berkualitas sungguh-sungguh dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Kuningan. (Nars)



