KUNINGAN – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan dalam beberapa hari terakhir kembali memicu musibah. Kali ini, sebuah rumah milik seorang lansia di Blok Kaliwon, Kelurahan Purwawinangun, Kecamatan Kuningan, dilaporkan ambruk pada Kamis sore (22/1/2026).
- Tak Hanya Peduli Gunung, KTH Paguyuban Silihwangi Majakuning Bersihkan Eceng Gondok Waduk Darma
- Tunjangan DPRD Kuningan Dipangkas demi Efisiensi Anggaran, Sekwan: Tidak Ada Ruang Gelap
- Segini Besaran Tunjangan Perumahan dan Transportasi DPRD Kuningan Berdasarkan Kajian KJPP
- Buka Bukaan Tunjangan DPRD Kuningan, Sekwan Dorong Transparansi di Tengah Tuntutan Efisiensi Fiskal Daerah
- Ujang Kosasih “Bintang Lima” Pimpin PKB Kuningan Lagi, Sekjen Baru Aras Rasdi Usia 35 Tahun
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menjelaskan musibah ini dipicu oleh hujan lebat yang terjadi sehari sebelumnya, yakni pada Rabu (21/1/2026), yang berlangsung cukup lama dari pukul 14.00 hingga 20.30 WIB.
“Kondisi bangunan yang memang sudah masuk kategori tidak layak huni dan struktur atap yang lapuk tidak kuat menahan beban air hujan, sehingga mengakibatkan ambruk pada bagian kamar tidur dan dapur,” jelas Indra Bayu Permana, Jumat (23/1/2026).


Indra merinci, rumah tersebut milik Ida Suidah (62). Kerusakan terparah terjadi pada atap kamar dan dapur dengan ukuran 5 x 4 meter. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, reruntuhan atap tersebut kini mengancam keselamatan penghuni lainnya.
“Ambruknya bagian rumah Ibu Ida ini berdampak pada rumah anaknya, Bapak Didi Rodiana (42), yang dihuni oleh 5 jiwa. Karena posisi rumah mereka berada dalam satu atap yang menyatu, kondisi struktur yang sudah tua membuat bagian rumah Pak Didi juga terancam,” tambahnya.
Merespons laporan tersebut, BPBD Kabupaten Kuningan telah menerjunkan tim assessment ke lokasi kejadian dan menyalurkan bantuan logistik kedaruratan. Aparat kelurahan bersama warga setempat juga telah berencana untuk bergotong royong membersihkan material genteng dan reruntuhan bangunan.
Untuk sementara waktu, Ida Suidah terpaksa mengungsi. “Korban saat ini mengungsi di rumah anaknya, Bapak Didi, yang masih berada dalam satu bangunan yang sama namun di bagian yang dinilai lebih aman,” terang Indra.
Indra Bayu juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah musim penghujan, terutama bagi warga yang menempati bangunan dengan struktur yang sudah tua. Pihaknya mencatat kebutuhan mendesak saat ini adalah material bangunan untuk perbaikan agar kerusakan tidak meluas. (Nars)














