KUNINGAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan mengakibatkan bencana tanah longsor di Jalan Desa Margacina, Dusun Cipari, Kecamatan Karangkancana. Akibat peristiwa ini, infrastruktur jalan rusak berat sehingga akses lumpuh bagi kendaraan roda empat.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi pada Rabu (21/1/2026) petang, sekitar pukul 18.00 WIB.
- Perburuan Gelar ISL Makin Panas: Tekuk Bali United 3-2, Borneo FC Samai Poin Persib Bandung
- Gol Indah Mario Peralta Samakan Kedudukan 1-1, Laga Sengit Bali United vs Borneo FC Masih Berlangsung
- Selasa Besok PLN ULP Kuningan Lakukan Pemeliharaan Jaringan di Kuningan Timur, Ini Lokasinya
- Meriahkan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Cirebon, Kuningan Usung Eksotisme Tradisi Kawin Cai
- Kuasai Segiri, Persib Bandung Bungkam Persija 2-1 dan Kokoh di Puncak Klasemen
”Penyebab utamanya adalah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang turun cukup lama, mulai pukul 16.00 hingga 20.30 WIB. Kondisi ini diperparah dengan struktur tanah yang labil, sehingga memicu pergerakan tanah pada tebing bahu jalan,” jelas Indra Bayu Permana dalam keterangan resminya, Kamis (22/1/2026).
Indra merinci dampak kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan. Tembok Penahan Tanah (TPT) pada bahu jalan dengan dimensi panjang 8 meter, tinggi 6 meter, dan lebar 60 sentimeter ambrol tergerus longsor. Material longsoran turut menyeret gorong-gorong dan memakan badan jalan sepanjang 8 meter dengan lebar 2 meter.
Selain itu, tebing bahu jalan di titik lain dengan panjang 10 meter dan tinggi 7 meter juga mengalami longsor. “Kondisi ini menyebabkan jalan desa tersebut berbahaya dan saat ini tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat (mobil). Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tegasnya.


Merespons kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Kuningan telah mengirimkan Tim Assessment ke lokasi untuk melakukan kaji cepat. Aparat desa setempat, dibantu TNI, Polri, dan masyarakat, telah bergotong royong melakukan penanganan awal.
“Warga sudah memasang rambu-rambu penanda bahaya dan membuat pagar pembatas darurat menggunakan bambu untuk mengamankan lokasi. Kebutuhan mendesak saat ini adalah karung untuk penanganan sementara tebing yang longsor,” tambah Indra.
Indra mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas, mengingat cuaca di lokasi masih berawan dan potensi hujan masih mungkin terjadi. Langkah penanganan lanjutan akan segera dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak pemerintah desa dan instansi terkait. (Nars)

















