KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus melakukan terobosan untuk meningkatkan kinerja aparatur sipil negara (ASN). Salah satunya melalui penerapan manajemen talenta, sebuah sistem yang bertujuan menempatkan ASN sesuai potensi dan kompetensi yang dimiliki agar mampu memberikan pelayanan publik yang optimal.
- Pencurian Kayu Sonokeling di Kawasan TNGC, Pelaku Ilegal Logging Terancam 5 Tahun Penjara
- Sidak di Talaga Nilem, KDM Tengahi Kisruh Air Kuningan-Cirebon
- Teror Anjing Liar di Cilebak, 44 Domba Jadi Korban, Diskanak Turunkan Tim ‘GAS ELPIJI’
- Kecewa Ada Tambang di Lereng Ciremai, KDM Tegur BTNGC: Nanam Pohon Seremonial!
- Sempat Dikabarkan Batal Datang, Dedi Mulyadi Diam-diam Sidak Tambang Batu di Kaki Ciremai
Ketua LSM Frontal, Uha Juhana, menilai langkah yang dilakukan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, merupakan inovasi penting dalam memperkuat birokrasi. Menurutnya, manajemen talenta menjadi kunci agar ASN benar-benar bekerja sesuai kapasitasnya.
“Dengan sistem ini, ASN yang punya kemampuan dan potensi tinggi bisa dikembangkan lebih terarah. Mereka tidak hanya sekadar menempati jabatan, tapi juga berkesempatan untuk meningkatkan kompetensi dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah,” ujar Uha, Selasa (30/9/2025).
Uha menambahkan, penerapan manajemen talenta ASN akan berdampak langsung pada peningkatan kinerja organisasi pemerintahan. ASN yang ditempatkan pada posisi yang tepat diyakini dapat lebih efektif dalam menjalankan tugasnya, sekaligus mengurangi risiko birokrasi lamban.
Lebih jauh, Uha menilai strategi ini juga memberi arah yang jelas bagi pengembangan karier ASN. Dengan adanya jalur karier, promosi, hingga rotasi yang terstruktur, para ASN di Kuningan akan semakin termotivasi untuk bekerja profesional.
“Yang tak kalah penting, program ini menyiapkan kader pemimpin masa depan. Jadi ketika terjadi pergantian kepemimpinan, keberlangsungan organisasi tetap terjaga. Ini sangat dibutuhkan demi keberlanjutan pembangunan,” tegasnya.
Ia berharap Pemkab Kuningan konsisten menjalankan kebijakan ini, termasuk memberikan ruang pelatihan, pendidikan, dan pengembangan diri bagi ASN. “Kalau dijalankan serius, ke depan kita bisa melihat ASN Kuningan yang lebih profesional, inovatif, dan dekat dengan masyarakat,” tutupnya. (Nars)










