Beranda / Nasional / ‎Update Rombongan di Aceh: Dari 25 Peserta, 12 Orang Berhasil Dipulangkan Lebih Awal via Medan

‎Update Rombongan di Aceh: Dari 25 Peserta, 12 Orang Berhasil Dipulangkan Lebih Awal via Medan

‎‎MEDAN – Proses pemulangan rombongan studi banding Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Kabupaten Kuningan dan Majalengka dari Aceh terus diupayakan. Berdasarkan data terbaru, dari total 25 orang yang tergabung dalam rombongan tersebut, sebanyak 12 orang berhasil dipulangkan lebih awal pada hari ini, Ahad (30/11).‎‎

Pegawai Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon yang mendampingi rombongan di lokasi mengonfirmasi bahwa strategi pemulangan dilakukan secara bertahap (split) karena keterbatasan ketersediaan kursi pesawat mendadak.‎‎

“Total rombongan ada 25 orang. Alhamdulillah, hari ini kami mendapatkan ketersediaan tiket pesawat Wings Air, sehingga 12 orang bisa kami berangkatkan lebih dulu menuju Medan,” ujar sumber dari Bank Indonesia tersebut.‎‎

Ke-12 peserta tersebut diberangkatkan dari Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, menuju Bandara Kualanamu, Medan. Tim pendamping saat ini tengah berupaya keras mengamankan tiket lanjutan agar mereka dapat langsung terbang ke Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta, pada Ahad malam ini.‎‎

Sementara itu, sisa 13 peserta lainnya masih berada di Kabupaten Bener Meriah. Mereka dijadwalkan akan dipulangkan melalui skenario awal, yakni penerbangan via Banda Aceh pada Senin (1/12) besok.‎‎

“Sisanya 13 orang saat ini beristirahat di lokasi aman (Batalyon dekat bandara). Rencananya besok akan terbang ke Banda Aceh, lalu lanjut ke Jakarta menggunakan Garuda Indonesia pukul 15.40 WIB,” jelasnya.

‎‎Meski terpisah penerbangan, kondisi seluruh 25 anggota rombongan dilaporkan dalam keadaan sehat dan aman, meskipun terkendala sinyal komunikasi yang terbatas di lokasi transit.

Pihak Bank Indonesia Cirebon terus memantau pergerakan untuk memastikan seluruh pegiat kopi tersebut kembali ke keluarga masing-masing dengan selamat.

‎‎Sebelumnya, terhimpun informasi, akibat bencana banjir bandang di Aceh dan Sumatera Utara, puluhan peserta studi banding Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) dari Kabupaten Kuningan dan Majalengka, diantaranya 3 pejabat Pemkab Kuningan, sempat terisolir akibat bencana ini.‎‎

Ketiga pejabat ini, Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, Kepala Bappeda Kabupaten Kuningan, Purwadi Hasan dan Kabag Perekonomian Setda Kuningan, Tatiek Ratna Mustika, sempat putus komunikasi. (Nars)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *