KUNINGAN – PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kuningan mengumumkan rencana pemadaman listrik sementara di sejumlah wilayah pada besok, Selasa (27/1/2026). Langkah ini diambil dalam rangka pemeliharaan jaringan guna meningkatkan keandalan pasokan listrik ke masyarakat.
Perwakilan PT PLN ULP Kuningan, Nasuha, dalam keterangan tertulisnya pada Senin (26/1), menjelaskan pemadaman tersebut berkaitan dengan pengerjaan teknis penggantian trafo distribusi tegangan 20 kV.
- Besok Jemaah Haji Kuningan Tiba, Kawasan KIC Disterilkan: PKL & Mobil Penjemput Dilarang Masuk
- Proton FC Kuningan Sapu Bersih Regular Series PFL 2, Lolos ke Final Four dengan Status Juara
- Hafalkan! 11 Pelanggaran Ini Jadi Target Tilang Operasi Patuh Lodaya 2026 di Kuningan
- Operasi Patuh Lodaya 2026 Digelar 14 Hari, Polisi Kuningan Gencar Tilang Knalpot Brong & Pengguna HP
- Jambret Nmax di Sindangagung Digulung Polisi, Pelaku Intai Korban Sejak Ambil Uang di ATM
“Kami informasikan akan dilakukan kegiatan pemadaman terencana sehubungan dengan penggantian trafo distribusi. Estimasi waktu pengerjaan dimulai pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB,” ujar Nasuha dalam pemberitahuannya.
Berdasarkan data yang dirilis, terdapat sekitar 7 desa atau titik yang akan terdampak penghentian aliran listrik sementara ini. Wilayah tersebut meliputi Desa Bayuning, Desa Ciherang, Desa Tinggar, Desa Cisukadana, Desa Karangsari, Desa Sagarahiang, dan Desa Pasirbatang.
Nasuha mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk dapat menyesuaikan aktivitasnya selama jam pelaksanaan pekerjaan. Selain itu, ia memberikan catatan khusus bagi pelanggan yang menggunakan sumber listrik cadangan.
“Apabila pelanggan memakai genset, dimohon agar instalasinya dipisahkan dengan instalasi PLN demi keselamatan,” tegasnya.
Pihak PLN juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan meminta dukungan doa agar proses pemeliharaan berjalan lancar. Nasuha menambahkan, jadwal pemadaman bersifat estimasi.
”Apabila pekerjaan selesai sebelum waktu yang ditentukan, aliran listrik akan dinormalkan kembali lebih cepat dari jadwal,” jelasnya. (Nars)













