Kuningan Pemerintahan Pertanian

Rombak Pejabat, Diskatan Kuningan Bidik Surplus Beras Meroket 10 Persen di 2026‎‎

KUNINGAN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan mematok target tinggi pada tahun 2026. Tidak ingin sekadar jalan di tempat, Diskatan Kuningan menargetkan lonjakan surplus beras hingga 10 persen guna mengamankan posisi daerah sebagai lumbung pangan utama di wilayah timur Jawa Barat.‎‎

Target ambisius tersebut dilontarkan langsung oleh Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, DWahyu Hidayah, di sela-sela agenda perombakan dan serah terima jabatan (sertijab) pejabat pengawas eselon IV di Aula Diskatan, Rabu (25/2/2026).‎‎

Wahyu menjadikan momen penyegaran struktur organisasi ini sebagai cambuk bagi jajarannya untuk menggenjot produksi pangan. Ia mewanti-wanti agar pergantian kursi jabatan tidak hanya menjadi rutinitas birokrasi semata, melainkan harus melahirkan manuver strategis di lapangan.‎‎

“Jabatan boleh berganti, tetapi komitmen terhadap ketahanan pangan tidak boleh melemah. Justru dengan adanya regenerasi kepemimpinan ini, target surplus beras kita harus semakin kuat, terukur, dan bisa dieksekusi,” tegas Wahyu memberikan instruksi.‎‎

Rasa optimisme Diskatan Kuningan ini bukan tanpa data. Dalam dua tahun terakhir, grafik produksi gabah di Kota Kuda memang menunjukkan tren yang sangat positif. Pada tahun 2024, surplus beras Kuningan tercatat di angka 93 ribu ton. Angka ini kemudian melonjak tajam menyentuh 120 ribu ton pada tutup tahun 2025.‎‎

Punya Sertifikat! Tembakau Kuningan Naik Kelas, Tak Bisa Lagi Diklaim Daerah Lain

Meski demikian, Wahyu mengingatkan anak buahnya agar tidak terlena dengan rapor biru tersebut. Ancaman krisis pangan akibat anomali perubahan iklim, serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), hingga fluktuasi harga pasar dan biaya produksi masih mengintai persawahan warga.

‎‎”Kita di sini tidak sekadar mengejar angka produksi di atas kertas. Yang lebih vital adalah bagaimana menjaga stabilitas pasokan dan memastikan perlindungan ekonomi bagi para petani kita,” bebernya.

‎‎Demi merealisasikan target kenaikan surplus 10 persen di tahun 2026, Wahyu menuntut para pejabat pengawas yang baru dilantik untuk langsung ‘tancap gas’. Pejabat di lapangan diminta tidak lambat dalam mengambil keputusan teknis.

‎‎Sejumlah langkah taktis harus segera dikawal secara disiplin, mulai dari perbaikan manajemen irigasi, pengawalan ketat jadwal masa tanam, hingga optimalisasi Perluasan Areal Tanam (PAT).‎‎

“Tiga hal yang harus dipegang teguh oleh jajaran Diskatan: berpikir besar, bertindak cepat, dan pastikan program selesai dengan kualitas terbaik. Tantangan di lapangan harus dijawab dengan inovasi, bukan sekadar alasan,” kata Wahyu. (Nars)

Batal Kepung Gedung Setda, HMI Kuningan Pilih Tunggu Kepulangan Bupati dari Jakarta

× Advertisement
× Advertisement