

KUNINGAN – Kepolisian Resor (Polres) Kuningan terus meningkatkan intensitas patroli cipta kondisi selama bulan suci Ramadan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Dalam 10 hari pertama Ramadan, pihak kepolisian di Kuningan berhasil menindak tegas aksi balap liar dan menggagalkan rencana tawuran pelajar bersenjata tajam.
- Kebakaran Rumah Makan Ali Action di Taman Kota Kuningan Padam Cepat karena Kesigapan Petugas
- Tiga Macan Tutul Terekam Kamera Trap di Ciremai, Bagaimana Nasib Slamet Ramadhan?
- Cegah Karhutla Meluas, BTNGC Terbangkan Drone Tiap Jam dan Tutup Jalur Pendakian Ciremai
- Cegah Kenakalan Remaja dan Bullying, Anggota DPRD Jabar Tina Wiryawati Gagas Program Edukasi Interaktif Pelajar di Kuningan
- Siapkan Generasi Emas 2045, Bakesbangpol Jabar Tanamkan Karakter ‘Ngabela Nagara’ pada Pemuda Kuningan
Kapolres Kuningan, AKBP M Ali Akbar, mengungkapkan bahwa patroli gabungan yang melibatkan Sat Lantas, Sat Reskrim, dan Sat Samapta ini menyasar berbagai potensi gangguan keamanan, mulai dari penggunaan knalpot brong, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), hingga aksi jalanan lainnya.
“Selama bulan Ramadan ini, kita telah mengamankan 17 unit kendaraan, rinciannya 16 kendaraan roda dua (R2) dan 1 kendaraan roda empat (R4).
Banyak di antaranya diduga akan digunakan untuk balap liar dan memakai knalpot brong. Jadi kita lakukan upaya pencegahan dan mengamankan barang bukti tersebut,” ujar AKBP M Ali Akbar, saat dikonfirmasi Sabtu (28/2/2026).
Penindakan terhadap aksi balap liar ini mayoritas dilakukan pada 27 Februari lalu, dengan titik fokus pengamanan di kawasan Jalan Lingkar Timur atau Jalan Baru Sampora. Kapolres menegaskan bahwa sanksi yang diberikan bukan sekadar teguran.
“Untuk balapan liar kita lakukan penindakan tegas berupa tilang. Kendaraannya kita amankan sampai proses persidangan selesai,” tegasnya.
Selain menertibkan lalu lintas, sehari sebelumnya yakni pada 26 Februari, aparat kepolisian juga berhasil mengamankan tiga orang anak di bawah umur yang kedapatan membawa dua buah senjata tajam (sajam) di jalanan. Ketiga anak yang diketahui merupakan warga Kuningan tersebut diduga kuat akan melakukan aksi tawuran.
“Kita sangat prihatin karena anak-anak ini masih ada yang duduk di bangku sekolah,” ungkap Kapolres.
Terkait kelanjutan nasib ketiga pelajar tersebut, AKBP M Ali Akbar menjelaskan bahwa kepolisian masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Proses ini melibatkan pendampingan langsung dari orang tua serta pihak sekolah yang bersangkutan.
“Nanti kita akan melakukan evaluasi dari hasil pemeriksaan tersebut, untuk menentukan apakah akan dilakukan upaya pembinaan atau berlanjut pada upaya penegakan hukum,” tutupnya. (Nars)



