KUNINGAN – Suasana berbeda terlihat di depan Mapolres Kuningan, Sabtu (28/2/2026) sore, menjelang waktu berbuka puasa. Ratusan paket takjil gratis yang dibagikan jajaran Polres Kuningan kepada masyarakat mendadak ludes hanya dalam hitungan menit.
Awalnya, sejumlah pengendara motor yang melintas tampak kebingungan saat diarahkan petugas masuk ke halaman Mapolres. Tidak sedikit yang mengira sedang berlangsung razia kendaraan, bahkan beberapa pengendara sempat mencoba berbalik arah.
- Gasak Motor di Area Perkebunan, Pelaku Curat Diringkus Tim Gabungan Polres Kuningan di Sebuah Warkop
- Tingkatkan Keandalan Jaringan, PLN Jadwalkan Pemadaman Listrik di Sejumlah Wilayah Besok
- Aturan KDMP Kuningan Ketat: Belum 100% Jadi, Bantuan Tak Cair
- Kebakaran Kandang Ayam di Nusaherang, Kerugian Ditaksir Rp120 Juta
- Prakiraan BMKG Meleset? Ini Penyebab Kemarau Kuningan 2026 Tertunda dan Jadwal Terbarunya
Namun suasana tegang itu segera berubah menjadi hangat. Para pengendara justru disambut petugas dengan senyum ramah serta paket takjil gratis untuk berbuka puasa.
Kapolres Kuningan, AKBP M Ali Akbar, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari bakti sosial Ramadan yang rutin dilaksanakan Polres Kuningan bersama Bhayangkari sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini adalah agenda rutin setiap Ramadan. Kami ingin berbagi keberkahan dengan masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan warga,” ujar Ali Akbar kepada wartawan.
Sebanyak kurang lebih 500 paket takjil mulai dibagikan sejak pukul 16.00 WIB kepada pengendara dan warga yang melintas di sekitar Mapolres. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi setelah mengetahui kegiatan tersebut bukan razia, melainkan aksi berbagi makanan berbuka puasa secara gratis.
Dalam waktu singkat, seluruh paket takjil pun habis dibagikan. Banyak pengendara mengaku terkejut sekaligus senang karena mendapatkan makanan berbuka di tengah perjalanan.Menurut Kapolres, pengendara sengaja diarahkan masuk ke halaman Mapolres demi menjaga keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas di jalan utama.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi upaya mendekatkan institusi kepolisian dengan masyarakat.“Kami ingin masyarakat merasa bahwa kantor polisi adalah milik bersama, bukan tempat yang harus ditakuti. Polisi hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan humanis,” katanya.
Momentum berbagi takjil ini sekaligus menjadi ruang interaksi yang lebih akrab antara aparat kepolisian dan masyarakat. Wajah-wajah yang awalnya terlihat cemas berubah menjadi senyum lega saat menerima paket berbuka puasa.
Di bulan Ramadan tahun ini, halaman Mapolres Kuningan tak sekadar menjadi pusat pelayanan hukum, tetapi juga menjadi tempat berbagi kebaikan dan memperkuat kedekatan sosial antara polisi dan masyarakat. (Nars)


















