KUNINGAN – Derasnya arus budaya asing yang melanda generasi muda menuai sorotan tajam dari Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan (Dapil) XIII, Hj. Tina Wiryawati, S.H., M.M. Politisi dari Fraksi Partai Gerindra ini mengaku prihatin melihat anak muda yang kian abai terhadap warisan kebudayaan daerah yang sejatinya adalah fondasi identitas bangsa.
Hal tersebut ditegaskan Tina saat menggelar agenda “Sapa Warga Berbasis Budaya” yang dipusatkan di Halaman Villa De La Tina, Sabtu (14/3/2026).
- Karya Bakti Kodim Kuningan: Sinergi TNI dan Warga Kebut Pembangunan Jalan Cimenga
- Comeback Gemilang di Lampung Persib Bandung Bungkam Bhayangkara FC 4-2 dan Rebut Kembali Puncak Klasemen
- Review Babak Pertama Persib vs Bhayangkara FC, Serangan Balik Mematikan The Guardian Bikin Maung Bandung Tertinggal 1-2
- Menagih Etos Kerja Pasca Pelantikan 4 JPT Pratama di Cadas Poleng
- Ini Alasan Bupati Kuningan Pilih Cadas Poleng Tempat Lantik Pejabat Hari Ini
Ia menilai, fenomena gandrungnya remaja pada budaya asing sudah menggeser kecintaan mereka terhadap kearifan lokal.”Anak muda saat ini lebih senang mengadopsi budaya luar.
Budaya K-Pop contohnya, itu sudah menjamur. Bahkan sebagian dari mereka rela menghabiskan uang dan waktu hanya untuk bisa bergaya meniru idola mereka,” ungkap Tina.Ironisnya, lanjut Tina, ketika para pemuda ini disuguhkan kekayaan kearifan lokal daerahnya sendiri, respons yang muncul justru sebaliknya.
“Kesenian lokal malah terlihat asing di mata mereka, bahkan sekadar untuk melihat saja mereka enggan. Padahal budaya adalah alat dan sarana persatuan bangsa,” tegasnya.
Jika krisis kecintaan ini dibiarkan, Tina memperingatkan ancaman kepunahan budaya milik bangsa. Dalam pemaparannya, ia turut menyinggung argumentasi Presiden Prabowo Subianto mengenai potensi kehancuran negara di masa depan jika fondasinya rapuh.
“Presiden Prabowo sempat mengingatkan bahwa bangsa ini bisa saja hancur dalam beberapa tahun ke depan. Konteks ‘hancur’ di sini sangat relevan diartikan sebagai hilangnya jati diri bangsa karena kebudayaannya ditinggalkan oleh penerusnya sendiri,” urai legislator Dapil Jabar XIII ini.
Sebagai langkah antisipasi, Tina mendorong generasi muda untuk kembali turun gunung mengenali dan mempelajari ragam budaya daerah. Edukasi sejak dini terkait tarian tradisional, seni bela diri pencak silat, penguasaan bahasa daerah, hingga penanaman norma dan nilai luhur harus kembali digalakkan.
Di pengujung acara, selain fokus pada krisis identitas budaya, Tina Wiryawati juga menitipkan pesan khusus terkait isu ekologi. Ia menekankan agar generasi muda mulai mengambil peran aktif dan peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup demi keberlangsungan ekosistem di masa depan. (Nars)


























