KUNINGAN – Mesin politik Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kuningan mulai dipanaskan lebih awal menyambut Pemilu 2029. Melalui rapat pleno di sekretariat DPC PKB, Sabtu (14/3/2026), partai berlambang bola dunia tersebut mematok target ambisius merebut 10 kursi parlemen di daerah.
Target ini selaras dengan instruksi pimpinan wilayah dan pusat pasca-peluncuran program pemenangan pemilu tingkat Provinsi Jawa Barat. Ketua DPC PKB Kuningan, Ujang Kosasih, menegaskan bahwa pencapaian target tersebut menuntut kerja ekstra dan kekompakan seluruh elemen partai.
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
- Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban
- Kenang Jasa Guru dan Orangtua, Demonstran HMI Kuningan Tak Kuat Tahan Air Mata, Sebut Anggaran Pendidikan Selalu Jadi Bancakan
- Ditanya Transparansi Pengawasan Temuan BPK di Disdikbud, Ini Jawaban Wakil Ketua DPRD Kuningan Ujang Kosasih
“Kami di Kabupaten Kuningan insyaallah membidik target 10 kursi pada Pemilu 2029. Nantinya, para tim sukses dari masing-masing caleg akan bersinergi dan melakukan upaya kolektif secara bersama-sama untuk mendongkrak suara PKB,” ujar Ujang Kosasih saat memaparkan strategi partai.
Untuk merealisasikan angka tersebut, PKB Kuningan menitikberatkan strategi pada optimalisasi pendulang suara dari sektor party ID. Ujang menyadari perlunya mengedukasi masyarakat, khususnya swing voters, agar menjadi pemilih loyal.
“Kalau boleh saya jelaskan, party ID itu adalah pemilih yang mencoblos murni karena gambarnya (lambang partai), tanpa melihat siapa figur calegnya. Pada 2024 lalu party ID kita hanya mencapai 12.000, ke depan di 2029 target kita minimal 20.000 suara di Kuningan. Ini memang tugas bersama, bagaimana merangkul pemilih yang sebelumnya masa bodoh atau asal nyoblos agar ikhlas memilih kita,” bebernya pada agenda Rapat Pleno DPC PKB Kuningan, Sabtu (14/3/2026).
Langkah agresif lain yang disiapkan adalah penerapan sistem pencalegan dini. DPC PKB Kuningan berencana membuka gerbong pendaftaran bakal calon anggota legislatif pada Juni 2026 mendatang.
“Kenapa terkesan buru-buru? Ini instruksi langsung dari Ketum dan Ketua DPW Jabar yang menargetkan posisi kedua di provinsi. Mulai Juni 2026 insyaallah kita melakukan perekrutan. Silakan para kiai, tokoh masyarakat dari berbagai lapisan untuk mendaftar. Pencalegan dini ini adalah prasyarat wajib untuk jadi pemenang,” tegas Ujang.
Di tengah agenda panjang pemenangan, DPC PKB Kuningan juga bersiap menghadapi agenda internal terdekat. Kuningan menjadi satu dari empat daerah di Jawa Barat yang diinstruksikan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) serentak pada 5 April 2026.
Rapat pleno kali ini turut dimanfaatkan untuk membentuk panitia dan memastikan kehadiran seluruh pengurus pada perhelatan tersebut. Terkait mekanisme Muscab, Ujang memaparkan adanya aturan main di mana hak prerogatif kini sepenuhnya dikendalikan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP).
“Diumumkan langsung ada empat kabupaten/kota di Jabar yang harus menggelar Muscab pada 5 April, termasuk DPC PKB Kuningan. Adapun mekanismenya, seluruh keputusan baik menyangkut susunan acara maupun personalia kepengurusan ada di tangan DPP. DPC hanya bertugas melaporkan nama-nama yang akan masuk kepengurusan ke pusat melalui DPW,” katanya. (Nars)

























