KUNINGAN – Kepastian mengenai jadwal Lebaran Muhammadiyah pada tahun ini akhirnya diumumkan kepada publik. Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri akan jatuh pada hari Jumat (20/3/2026).
Menyikapi ketetapan jadwal Lebaran Muhammadiyah tersebut, jajaran Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kuningan menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi pelaksanaan ibadah warga persyarikatan.
- Fraksi Persatuan Demokrat Tanggapi WTP BPK: Laksana “Water Treatment Plan”
- Pasca Kuningan Raih WTP dari BPK, Fraksi Gerindra Dorong Pembenahan Tata Kelola Keuangan
- WTP Kuningan, Fraksi Golkar Puji Kinerja Apik Pemkab: Setahun Kerja Positif Kabinet Dian – Tuti
- Juara Grup BB! Tahan Imbang Unaaha FC, Pesik Kuningan Segel Tiket Perempat Final Liga 4 Piala Presiden
- “Hidden Gem” Kuliner Kuningan: Bersembunyi dari Keramaian, Kuah Khas Baso Aci Ambu Bayuning Bikin Ketagihan!
Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kuningan, Ustadz Dadan Rahmatun Ramdan, menyampaikan bahwa pihaknya telah merancang sejumlah skenario pelaksanaan shalat Idulfitri yang akan disesuaikan dengan hasil akhir keputusan sidang isbat dari pemerintah pusat.
Ustadz Dadan menjelaskan lebih lanjut mengenai skenario pertama apabila jadwal Lebaran Muhammadiyah ternyata jatuh pada hari yang berbeda dengan pengumuman pemerintah.
Jika situasi tersebut terjadi, pengurus daerah akan mengambil langkah taktis dengan memusatkan pelaksanaan ibadah shalat ied bagi seluruh warga persyarikatan di satu lokasi utama, yakni di area halaman kampus Universitas Muhammadiyah Kuningan.
Langkah pemusatan lokasi shalat tersebut dinilai sebagai solusi paling efektif untuk mengakomodasi warga Muhammadiyah yang merayakan Idulfitri lebih awal.



















