

KUNINGAN – Kepastian mengenai jadwal Lebaran Muhammadiyah pada tahun ini akhirnya diumumkan kepada publik. Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri akan jatuh pada hari Jumat (20/3/2026).
Menyikapi ketetapan jadwal Lebaran Muhammadiyah tersebut, jajaran Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kuningan menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi pelaksanaan ibadah warga persyarikatan.
- Buka Konferprov PWI Jabar, Wali Kota Bandung Farhan Minta Jurnalis Dekonstruksi Kerja Jurnalistik di Era Digital
- Api Masih Berkobar di TPSA Ciniru Kuningan, Ancaman Overkapasitas 2027 Jadi Sorotan Utama
- Bupati Kuningan Minta Tindak Tegas Pelaku Jika Kebakaran TPSA Ciniru Terbukti Disengaja
- Petugas Berjibaku Padamkan Kebakaran Hebat di TPSA Ciniru Kuningan
- Sah! PWI Pusat Tetapkan Dua Kandidat Bertarung Rebut Kursi Ketua PWI Jabar 2026-2031
Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kuningan, Ustadz Dadan Rahmatun Ramdan, menyampaikan bahwa pihaknya telah merancang sejumlah skenario pelaksanaan shalat Idulfitri yang akan disesuaikan dengan hasil akhir keputusan sidang isbat dari pemerintah pusat.
Ustadz Dadan menjelaskan lebih lanjut mengenai skenario pertama apabila jadwal Lebaran Muhammadiyah ternyata jatuh pada hari yang berbeda dengan pengumuman pemerintah.
Jika situasi tersebut terjadi, pengurus daerah akan mengambil langkah taktis dengan memusatkan pelaksanaan ibadah shalat ied bagi seluruh warga persyarikatan di satu lokasi utama, yakni di area halaman kampus Universitas Muhammadiyah Kuningan.
Langkah pemusatan lokasi shalat tersebut dinilai sebagai solusi paling efektif untuk mengakomodasi warga Muhammadiyah yang merayakan Idulfitri lebih awal.



