

KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus menggencarkan upaya pengendalian inflasi dan memastikan akses pangan terjangkau bagi masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) Padaringan. Program ini kembali digelar di Desa Cimenga, Kecamatan Darma, pada Rabu (5/3/2025), sebagai bagian dari strategi stabilisasi harga bahan pokok menjelang Idul Fitri.
- Pandangan Fraksi PPD DPRD Kuningan: Jangan Sampai APBD Sehat tapi Rakyat Sakit
- Soroti Target Pendapatan Tak “Melesat” di APBD Perubahan 2026, Fraksi PDI-P DPRD Kuningan Desak Evaluasi Kinerja Pemda
- Gerindra Soroti Pemangkasan Drastis Belanja Transfer Desa Rp168 Miliar di Perubahan APBD Kuningan 2026
- Tanggapi Kualitas Pelayanan Publik, Fraksi PKS DPRD Kuningan: “Pemerintah Harus Berhemat, Tapi Jangan Pelit Pada Rakyat!”
- Tanggapi Perubahan APBD 2026, Fraksi Amanat Restorasi Ingatkan Pemkab Kuningan Jangan ‘Gali Lubang Tutup Lubang’ Fiskal
Mengusung tagline DIRAHMATI (Diskon Ramadan Hemat Tahan Inflasi), program ini menjadi bagian dari 100 hari kerja Bupati Kuningan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menegaskan bahwa GPM Padaringan tidak hanya berfokus pada pengendalian harga, tetapi juga mendukung petani dan produsen lokal dengan sistem distribusi yang lebih efisien.
“Program ini memastikan bahan pangan tersedia dalam jumlah cukup dan harga lebih terjangkau. Selain menekan inflasi, kami juga ingin memberikan manfaat langsung kepada petani dan pelaku usaha lokal,” ujar Dr. Wahyu.
Pangan Terjangkau untuk Masyarakat, Dukungan bagi Petani Lokal


GPM Padaringan menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan pasar. Beras, minyak goreng, gula, telur, serta komoditas lain dijual dengan harga khusus untuk meringankan beban masyarakat.
Pemkab Kuningan menggandeng Bulog, distributor lokal, serta UMKM guna memastikan ketersediaan dan kestabilan harga pangan.
Antusiasme warga terhadap program ini cukup tinggi
Sejak pagi, masyarakat sudah berbondong-bondong untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Salah satu warga, Darsiah, mengungkapkan rasa syukurnya atas adanya program ini.”Harga di sini jauh lebih murah dibanding pasar, sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
GPM Padaringan Berlanjut ke Berbagai Wilayah


Gerakan Pangan Murah ini akan terus berlanjut di sejumlah titik di Kabupaten Kuningan guna menjangkau lebih banyak masyarakat. Pemilihan lokasi didasarkan pada tingkat kerentanan pangan dan kebutuhan warga di masing-masing wilayah.
Melalui langkah ini, Pemkab Kuningan berharap dapat menjaga stabilitas harga bahan pokok dan meningkatkan daya beli masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan yang sering kali diwarnai lonjakan harga. (Nars)



