CIAMIS – Masa reses II tahun sidang 2024/2025 dimanfaatkan Anggota DPRD Jawa Barat, Hj. Tina Wiryawati, untuk turun langsung ke daerah pemilihannya di Dapil 13 Jabar yang mencakup Kabupaten Pangandaran, Ciamis, Banjar, dan Kuningan.
Dalam reses kali ini, Tina tidak hanya mendengarkan aspirasi masyarakat tetapi juga menggelar berbagai kegiatan yang fokus pada pemberdayaan ekonomi dan kesehatan.”Reses kali ini saya manfaatkan untuk mengadakan pelatihan dan pengobatan gratis sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kesehatan,” ujar Tina saat bertemu warga di Ciamis, Jum’at (7/3/2025).
- Persib Ditempel Ketat Borneo FC, Ini Hitungan Peluang Juara dan Jadwal Sisa Laga
- Kunci Ketinggalan, 50 Menit Damkar Kuningan Berjibaku Buka Pintu Mobil Warga
- Bukan Sekadar Tempat Healing, Desa EKI Situ Cipanten Bakal Bikin Warga Makin Cuan!
- Cegah Longsor dan Banjir, Istri Prajurit ‘Serbu’ Kebun Raya Kuningan untuk Investasi Ekologis
- Tiket Asian Para Games 2026 Aman, Lifter Hilman Buka Jalan ke Nagoya Jepang
Tina mengungkapkan bahwa dua persoalan utama yang sering disampaikan masyarakat adalah ekonomi dan kesehatan. Oleh karena itu, dalam reses ini, ia lebih banyak mengadakan kegiatan yang dapat langsung bermanfaat bagi masyarakat, seperti pelatihan keterampilan yang bisa diterapkan untuk menambah penghasilan keluarga.
Di beberapa daerah, ia mengadakan pelatihan pembuatan produk rumah tangga yang bernilai ekonomis. Setelah sebelumnya mengadakan pelatihan pembuatan sabun bayi dan minyak telur di Pangandaran, kali ini di Ciamis, Tina mengajarkan ibu-ibu cara membuat sabun cuci piring.


“Ini adalah jenis pelatihan yang sangat dibutuhkan oleh ibu-ibu. Dengan pelatihan ini, mereka bisa membuat sendiri produk rumah tangga dengan harga yang lebih murah dan bahkan bisa dijual untuk menambah penghasilan,” katanya.
Selain aspek ekonomi, Tina juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan dalam setiap pelatihan yang diberikan. Ia memastikan bahwa produk yang diajarkan tidak hanya bermanfaat tetapi juga ramah lingkungan.
“Saya ingin ibu-ibu bisa mempraktikkan hasil pelatihan ini di rumah, tapi juga memperhatikan dampak lingkungannya. Karena itu, kami mengajarkan pembuatan sabun cuci piring dengan kemasan yang lebih ramah lingkungan agar tidak menambah sampah plastik,” jelasnya.
Sebagai contoh, sabun cuci piring yang diajarkan dalam pelatihan ini bisa diproduksi dengan harga lebih terjangkau dibandingkan produk di pasaran.”Jika membuat sendiri, biaya produksinya hanya sekitar Rp 4.000 untuk 500 ml. Selain lebih hemat, kita juga membantu mengurangi penggunaan plastik dengan menggunakan kemasan yang bisa dipakai ulang,” tambahnya.
Pelatihan ini pun mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah satu peserta, Iis, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan yang langsung memberikan manfaat bagi keluarga.”Pelatihan ini sangat membantu, terutama dalam mengurangi pengeluaran rumah tangga. Kami jadi tahu bagaimana membuat sabun cuci piring sendiri dengan bahan yang mudah didapat. Ini sangat bermanfaat,” ujarnya.
Melalui reses ini, Hj. Tina Wiryawati berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan solusi dari permasalahan ekonomi dan kesehatan yang dihadapi, tetapi juga bisa lebih mandiri dengan keterampilan baru yang diperoleh. Ia berkomitmen untuk terus mendorong program-program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan di berbagai daerah di Dapil 13 Jabar. (Nars)



























