KUNINGAN – Libur panjang Lebaran dimanfaatkan para pecinta alam untuk menaklukkan puncak tertinggi di Jawa Barat, Gunung Ciremai. Pos Pendakian Cadas Poleng di kawasan Palutungan, Kabupaten Kuningan, dipadati ratusan pendaki dari berbagai kota di Indonesia.
Gunung Ciremai yang memiliki ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini menjadi tujuan favorit karena jalurnya yang menantang dan panorama alam yang memukau.
- Karya Bakti Kodim Kuningan: Sinergi TNI dan Warga Kebut Pembangunan Jalan Cimenga
- Comeback Gemilang di Lampung Persib Bandung Bungkam Bhayangkara FC 4-2 dan Rebut Kembali Puncak Klasemen
- Review Babak Pertama Persib vs Bhayangkara FC, Serangan Balik Mematikan The Guardian Bikin Maung Bandung Tertinggal 1-2
- Menagih Etos Kerja Pasca Pelantikan 4 JPT Pratama di Cadas Poleng
- Ini Alasan Bupati Kuningan Pilih Cadas Poleng Tempat Lantik Pejabat Hari Ini
Pengelola Pos Pendakian Cadas Poleng, Sandy Baron, menyampaikan bahwa sejak pendakian kembali dibuka usai Hari Raya Idul Fitri, animo pendaki langsung melonjak.
“Sejak dibuka, rata-rata ada 350 pendaki per hari. Hingga hari kedua, sudah tercatat 700 pendaki yang melakukan registrasi melalui sistem pemesanan tiket online,” ujar Baron, Jum’at (4/4/2025).


Untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pendakian, pihak pengelola telah menyiagakan puluhan ranger yang berjaga di tiap pos peristirahatan sepanjang jalur. Bahkan, jalur pendakian pun kini telah diperbarui, dari sebelumnya 9,8 kilometer menjadi 9 kilometer menuju puncak.
“Pengawasan dan pelayanan kami tingkatkan, termasuk pemeriksaan kesehatan awal bagi para pendaki sebelum memulai perjalanan,” tambahnya.
Salah seorang pendaki asal Karawang, Yuda Pratama, mengaku sengaja memilih Gunung Ciremai untuk mengisi libur Lebaran karena ingin menikmati keindahan jalurnya yang masih alami.


“Pemandangan matahari terbit di puncak Gunung Ciremai selalu menjadi daya tarik. Meski cuaca hujan, kami tetap semangat mendaki,” ungkap Yuda yang mendaki bersama rekannya.
Gunung Ciremai tetap menjadi magnet bagi para pendaki di setiap musim liburan. Selain tantangan fisik, keindahan alam dan suasana damai di puncaknya menjadi alasan utama para pendaki terus kembali. (Nars)

























