KUNINGAN – Upaya memperkuat ketahanan pangan dan menjaga kelestarian lingkungan terus dilakukan Pemerintah Desa Windusari, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan. Melalui kerja sama antara BUMDes Karya Ganda dan DPD Gema Jabar Hejo Kabupaten Kuningan, digelar kegiatan penanaman jagung, buah naga, dan pohon tegakan di kawasan Bukit Putri, Rabu (28/5/2025).
- Persib Ditempel Ketat Borneo FC, Ini Hitungan Peluang Juara dan Jadwal Sisa Laga
- Kunci Ketinggalan, 50 Menit Damkar Kuningan Berjibaku Buka Pintu Mobil Warga
- Bukan Sekadar Tempat Healing, Desa EKI Situ Cipanten Bakal Bikin Warga Makin Cuan!
- Cegah Longsor dan Banjir, Istri Prajurit ‘Serbu’ Kebun Raya Kuningan untuk Investasi Ekologis
- Tiket Asian Para Games 2026 Aman, Lifter Hilman Buka Jalan ke Nagoya Jepang
Kepala Desa Windusari, Kodiman, menjelaskan bahwa program penanaman buah naga dan jagung sudah dimulai sejak tahun 2022 dan berhasil menghasilkan panen buah naga sebanyak 1 ton. Di tahun 2025 ini, pihaknya mencanangkan perluasan lahan tanam seluas lebih dari 1 hektare untuk mendukung program ketahanan pangan desa sesuai amanat regulasi pemerintah pusat.
“Windusari sempat mengalami kekurangan air baku pada tahun 2022, namun saat itu kami mendapat bantuan suplai air dari UPT Damkar untuk mendukung Pamsimas. Saat ini, kami mulai memelihara sumber mata air di Bukit Gunung Putri sebagai sumber air baku utama bagi warga,” ujar Kodiman.


Upaya pelestarian mata air tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman 200 bibit pohon tegakan di sekitar sumber mata air, yang dilakukan secara kolaboratif bersama DPD Gema Jabar Hejo Kuningan dan para relawan lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat vegetasi dan menjaga keberlanjutan sumber daya air di wilayah tersebut.


Ketua DPD Gema Jabar Hejo Kabupaten Kuningan, Daeng Ali, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari dua misi besar: memperkuat ketahanan pangan dan menjaga kelestarian lingkungan. Program ini juga menjadi bentuk nyata dukungan masyarakat terhadap gerakan nasional ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Windusari memiliki potensi luar biasa, baik dari sisi alam maupun kekuatan sosialnya. Ini bisa menjadi model desa yang mampu menopang pangan secara mandiri sekaligus menjaga alamnya. Apa yang dilakukan BUMDes dan masyarakat patut diapresiasi,” kata Daeng Ali.


Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, melalui Kabid Hortikultura, Andi, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Desa Windusari. Menurutnya, langkah kolaboratif antara pemerintah desa dan organisasi masyarakat seperti Gema Jabar Hejo patut menjadi contoh bagi desa-desa lainnya dalam merancang program ketahanan pangan berbasis potensi lokal dan kelestarian sumber daya air.
“Pemkab Kuningan berkomitmen untuk terus mendorong penguatan ketahanan pangan desa. Program seperti ini sangat sesuai dengan semangat otonomi desa dalam mengelola sumber daya lokal secara berkelanjutan. Selain bantuan teknis, kami juga membuka ruang sinergi dalam hal pendampingan dan fasilitasi pengembangan hortikultura,” ujar Andi.
Pemerintah daerah juga menilai, selain berdampak pada ketahanan pangan, kegiatan ini akan berkontribusi dalam mencegah krisis air dan menjaga ekosistem daerah aliran sungai di wilayah selatan Kuningan. Ke depan, program serupa akan dijajaki untuk direplikasi di desa-desa lain yang memiliki potensi serupa. (Nars)

























