

KUNINGAN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan meraih skor kepuasan publik sebesar 77,3 persen, menempati posisi kedua sebagai perangkat daerah berkinerja terbaik dalam program 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Kuningan.
Capaian ini berdasarkan hasil survei independen yang dilakukan oleh Jamparing Research pada akhir Mei 2025.


Survei yang melibatkan 1.000 responden di 32 kecamatan ini dilakukan dengan metode Multistage Random Sampling secara proporsional, berdasarkan jumlah penduduk di tiap kecamatan dan desa. Proses wawancara dilakukan secara langsung (tatap muka) oleh 100 surveyor lapangan, dengan margin of error ±3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Direktur Jamparing Research, Topic Offirstson, menyatakan bahwa penilaian difokuskan pada tingkat kepuasan publik terhadap kinerja kepala SKPD dalam mendukung program 100 hari kerja kepala daerah.
- Libatkan Pekerja Lokal, Puluhan SD di Kuningan Direvitalisasi dengan Dana Rp 45 Miliar
- Tanggapi Isu Moral Anggota Dewan, Ketua DPRD Kuningan: Harus Berdasar Data dan Bukti Hukum
- Arief Maoshul Angkat Bicara Soal Kehutanan Sosial di Kuningan
- Uu Ruzhanul Ulum Bangkitkan Militansi Kader PPP Kuningan: “Jangan Biarkan Partai Ini Meredup!”
- Hadiri Musancab PPP Kuningan, Arief Maoshul Tekankan Kerja Keras Kader untuk Rebut Kembali Kejayaan
Hasilnya, lima besar SKPD dengan skor tertinggi adalah Disdikbud (81,3%), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (77,3%), Disdukcapil (76,7%), Dinas PUTR (76,3%), dan Dishub (75,1%).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Wahyu Hidayah, menyambut gembira hasil ini dan menyampaikan apresiasi kepada insan media yang turut mendukung capaian tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setulus-tulusnya kepada seluruh rekan media, baik cetak, elektronik, maupun digital, yang selama ini telah menyebarluaskan informasi secara objektif dan membangun,” ujarnya, Ahad (1/6/2025).
Menurut Wahyu, dukungan media telah memperkuat komunikasi publik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor pertanian. “Pemberitaan yang menyentuh langsung ke masyarakat memberi dampak signifikan terhadap persepsi publik terhadap layanan pemerintah,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga bukti keberhasilan kolaborasi antara pemerintah dan media dalam mendorong pelayanan publik yang lebih baik dan responsif.
Diskatan, lanjut Wahyu, berkomitmen menjadikan capaian ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kinerja. Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat demi pertanian Kuningan yang mandiri, adaptif, dan berkelanjutan.
“Capaian ini bukan akhir, tetapi awal dari kerja keras yang lebih serius. Kita ingin pertanian Kuningan tidak hanya kuat secara produksi, tetapi juga tangguh secara sistem dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tandasnya. (NARS)



