TEKNO – Pengguna platform media sosial TikTok di Indonesia kini bisa bernapas lega. Fitur siaran langsung atau live streaming yang sempat dinonaktifkan sementara, kini sudah bisa diakses kembali. Fitur ini terpantau normal kembali pada Selasa (2/9/2025) sekira pukul 16.00 WIB, setelah sebelumnya dibatasi sejak 25 Agustus 2025.
- Sasar Pemilih Pemula, Bawaslu Kuningan Gandeng Forum OSIS dalam Pendidikan Pengawasan Partisipatif
- Bupati Kuningan Didesak Evaluasi Hasil Appraisal Tunjangan DPRD
- PLN ULP Kuningan Lakukan Pemadaman Terencana Lagi di Sejumlah Wilayah Hari Ini
- IBK UNIKU Masuk 17 Besar Inkubator Peringkat A Versi Kementerian UMKM
- Muscab PAN Kuningan: Incar 3 Besar Nasional, Udin Kusnedi Sebut 60 Persen Pengurus Diisi Wajah Baru
Sebelumnya, pihak TikTok menjelaskan bahwa penonaktifan ini adalah langkah sukarela mereka untuk menjaga platform tetap menjadi ruang yang aman dan beradab bagi para penggunanya.
Hal ini dilakukan tanpa intervensi dari pemerintah Indonesia.Penonaktifan fitur ini merupakan respons terhadap meningkatnya kekerasan dalam aksi demonstrasi yang terjadi di beberapa daerah, termasuk di Gedung DPR RI.
Pembatasan ini sempat menimbulkan kekecewaan bagi banyak pengguna, terutama mereka yang mengandalkan fitur live untuk menjalankan bisnis, baik sebagai penyedia barang maupun afiliator.
Pemerintah Republik Indonesia juga sempat menyoroti penggunaan TikTok untuk memprovokasi publik, bahkan ada kasus penjarahan yang disiarkan langsung di platform ini. Namun, Kominfo Indonesia mengonfirmasi bahwa penangguhan ini adalah inisiatif dari TikTok, bukan atas intervensi pemerintah.
Dengan kembalinya fitur ini, para pengguna, termasuk affiliator, bisa kembali memanfaatkan siaran langsung untuk berinteraksi dan berbisnis. Salah seorang affiliator marketplace TikTok, warga Kuningan, Iwan, mengaku gembira. “Alhamdulillah, saya bisa kembali mendapatkan penghasilan. Fitur ini sangat penting bagi kami untuk berjualan dan berinteraksi langsung dengan pembeli,” ujar Iwan. (Nars)



















