
KUNINGAN — Ratusan pecinta burung perkutut dari berbagai daerah memadati Lapangan Kung Mania Desa Purwasari Kecamatan Garawangi Kabupaten Kuningan pada Ahad, 21 September 2025, dalam acara Kontes Burung Perkutut.
Acara ini bukan hanya menjadi ajang adu suara, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana silaturahmi dan peresmian lapangan baru untuk komunitas pecinta burung.
- Bermalam Beralaskan Abu, Tim Terakhir Relawan MPA Masih Mencari Sisa Titik Api
- Bikin Warga Makin Nyaman, KUA Darma Bersolek Total, Ini Penampakannya Pasca Renovasi
- Pelajar SMPN 2 Kuningan Dibekali Literasi Digital Lewat Program JURAGAN PWI Kuningan
- Siap-siap Tilang! Operasi Patuh Lodaya 2026 di Kuningan Incar Pemotor Knalpot Brong hingga Pengendara Lawan Arus
- Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar Temui Massa Pro-Kontra MBG, Ini yang Disampaikan
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah dalam sambutannya, mengapresiasi tingginya antusiasme peserta. Ia menyebut burung perkutut sebagai simbol keindahan suara, kesabaran, dan ketekunan.

Pj Sekda menyamakan filosofi perawatan burung perkutut yang butuh konsistensi dan kebersamaan dengan upaya pembangunan di Kabupaten Kuningan.
“Pembangunan itu seperti merawat perkutut. Tidak bisa instan, harus dirawat dengan kasih sayang, konsistensi, dan kebersamaan,” ujarnya.
Selain jadi ajang silaturrahmi antar pecinta Burung Perkutut, agenda ini diharapkan terus digelar guna menggairahkan promosi potensi wisata di Kabupaten Kuningan. “Juga bisa mengangkat ekonomi lokal, dengan banyaknya peserta dari luar daerah,” kata Wahyu.

Menurut Ketua Panitia Kontes, Dudi Kurniadi, acara ini berhasil menyatukan sekitar 150 peserta dari wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan). Selain kontes, acara ini juga menandai peresmian Lapangan Kung Mania Purwasari sebagai lokasi resmi kontes burung perkutut di Kuningan.
Dudi berharap, kegiatan serupa dapat terus digelar untuk mempererat persaudaraan antar-komunitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta pariwisata daerah. “Semoga semua pecinta perkutut bisa bergabung dan bersilaturahmi di tempat ini,” tambahnya.
Dudi berharap kontes burung perkutut dapat menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa hobi positif bisa membawa dampak nyata bagi kemajuan daerah.
Sejumlah peserta kontes yang berhasil meraih juara mendapatkan uang pembinaan dan tropi yang disediakan panitia. (Nars)
