KUNINGAN – Intensitas bencana di Kabupaten Kuningan kian meningkat seiring masuknya musim penghujan. terjadi di Desa Purwasari, Kecamatan Garawangi, Senin (10/11/2025) malam, satu keluarga terpaksa mengungsi setelah rumah mereka dijebol material longsoran tembok penahan tanah (TPT).
- Punya Potensi Puluhan Ribu Anggota, Pengurus IKA STEMGA Kuningan Resmi Dilantik di Pendopo
- Akui Fasilitas Sekolah Belum Merata, Bupati Kuningan Sampaikan Pesan Ini di Hardiknas 2026
- Akhirnya Terjawab, Kisruh Dana Taspen PPPK Guru Kuningan Telah Diselesaikan Disdikbud
- Mayday 2026: KSPSI Kuningan Desak Buruh Berani Lapor Praktik Upah di Bawah Standar
- Refleksi Milad Ke-94 Pemuda Muhammadiyah untuk indonesia jaya
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, pada Selasa (11/11/2025) pagi, mengonfirmasi terjadinya musibah tersebut. Bencana dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah itu tanpa henti selama lebih dari delapan jam, yang dimulai sejak pukul 14.00 WIB.
“Akibat hujan lebat dan kondisi TPT yang labil, TPT halaman milik Bapak Endy Rohandi (61) longsor sekitar pukul 22.15 WIB,” jelas Indra Bayu.
Indra merinci, TPT setinggi 2,5 meter dengan panjang 10 meter itu ambruk dan materialnya langsung menghantam rumah yang berada tepat di bawahnya. Rumah tersebut diketahui milik Anah Maryanah (57).
Material longsoran menghantam keras dinding bagian belakang rumah, menyebabkan area dapur dan kamar tidur milik Anah roboh dan jebol.”Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,” tegas Indra Bayu.
“Namun, rumah Ibu Anah mengalami kerusakan, sehingga penghuni rumah yang terdiri dari tiga jiwa (1 KK) terpaksa harus mengungsi untuk sementara waktu,” imbuhnya.
BPBD, kata Indra, telah menurunkan tim asesmen ke Dusun Sampora, lokasi kejadian, serta memberikan bantuan logistik darurat. Korban kini tinggal di rumah putranya. “Hingga pagi ini (Selasa), pembersihan material longsoran masih dilaksanakan oleh aparat desa, masyarakat, dibantu TNI dan Polri,” sebutnya.
Memasuki musim penghujan ini pihaknya mengimbau masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan. (Nars)












