

KUNINGAN – Cerita soal Dapur MBG ternyata tidak sebatas memasak dan mendistribusikan makanan kepada penerima. Di balik kesibukan para pegawai Dapur MBG ini ternyata ada pemandangan unik di halaman Kantor Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Purwawinangun akhir pekan ini.
- Bupati Kuningan Unjuk Prestasi di Hadapan Gubernur, KDM Tekankan Pentingnya Keteladanan Pemimpin
- Gubernur Dedi Mulyadi Soroti RTRW Kuningan: Kelestarian Gunung Ciremai Adalah Nadi Kehidupan
- Hari Jadi ke-528 Kuningan: Ekonomi Melesat 7 Persen Tanpa Tinggalkan Budaya Lokal
- Ramai Flyer Wabup Tuti untuk Bupati Dian, Pengamat: Beneran “Pecah Kongsi”?
- Perkuat Ekosistem Bisnis, Homeless Media Ciayumajakuning Jajaki Kolaborasi dengan GEKRAF Cirebon
Meski dalam suasana hari libur kerja, para pegawai justru berkumpul dengan ceria. Mereka kompak mengenakan pakaian tradisional khas Sunda, lengkap dengan kebaya dan iket, untuk merayakan Hari Pahlawan Nasional dengan cara mereka sendiri.
Ketua SPPG Purwawinangun, Firman, saat dikonfirmasi pada Sabtu (15/11/2025), membenarkan kegiatan sederhana namun penuh makna tersebut.
Menurutnya, inisiatif ini murni datang dari para pegawai yang ingin mengisi hari libur dengan kegiatan positif sekaligus mengenang jasa para pahlawan.”Ini murni inisiatif teman-teman untuk memeriahkan Hari Pahlawan. Walaupun hari libur, semangat mereka luar biasa,” ujar Firman sambil tersenyum.
Pantauan di lokasi menunjukkan, acara yang digelar sederhana di halaman kantor itu jauh dari kesan kaku. Para pegawai, baik perempuan maupun laki-laki, tampak antusias.


Puncaknya, mereka mengubah pelataran kantor menjadi “catwalk” dadakan.Satu per satu pegawai berlenggak-lenggok bak model profesional, memamerkan busana Sunda yang mereka kenakan. Aksi ini sontak mengundang tawa dan riuh tepuk tangan dari pegawai lainnya, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat.
Firman menjelaskan, kegiatan ini sengaja dirancang untuk menumbuhkan rasa kebersamaan sekaligus nasionalisme dengan cara yang menyenangkan. Menurutnya, mengenakan pakaian adat adalah salah satu cara menghargai identitas dan budaya bangsa, yang juga merupakan bagian dari perjuangan pahlawan.
“Acaranya sederhana saja di halaman kantor, yang penting kebersamaannya. Aksi ‘catwalk’ itu hanya untuk seru-seruan, tapi esensinya kami ingin menunjukkan bahwa menghargai pahlawan bisa dimulai dari menghargai budaya kita sendiri,” tuturnya. (Nars)



