KUNINGAN – Kepolisian Resor (Polres) Kuningan merilis capaian kinerja sepanjang tahun 2025. Dalam pemaparan yang disampaikan Kapolres Kuningan, AKBP Muhammad Ali Akbar, angka kriminalitas tercatat mengalami kenaikan signifikan sebesar 42,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun di sisi lain, angka fatalitas atau kematian akibat kecelakaan lalu lintas justru berhasil ditekan secara drastis hingga 75 persen. Kapolres Kuningan, AKBP Muhammad Ali Akbar, mengungkapkan hal tersebut dalam Konferensi Pers Akhir Tahun 2025 yang digelar di Mapolres Kuningan, Selasa (30/12/2025).
- Bidik Pasar Global, Kuningan Siapkan Diri Jadi Pemain Kopi Kualitas Dunia
- Demo Warga Kalimanggis Kulon Berbuah Hasil, Kades Wahidi Dipastikan Tak Ngantor Lagi Mulai Besok
- Limpasan Sampah Eceng Gondok Waduk Darma Cemari Sungai Cisanggarung, Warga Kadugede Protes
- Jelang Hari Kartini, Legislator Perempuan PKS Ungkap Makna Rahim di Balik Kekuatan Perempuan
- Incar Tiket Nasional, Ratusan Pelajar Bersaing Jadi Bibit Unggul Pencak Silat Kuningan
“Secara keseluruhan, total tindak pidana pada tahun 2025 tercatat sebanyak 314 perkara, naik dari tahun 2024 yang berjumlah 221 perkara. Meski ada kenaikan jumlah kasus, penyelesaian perkara juga meningkat secara kuantitas menjadi 214 kasus,” ujar AKBP Muhammad Ali Akbar didampingi para Kasat.
Kapolres merinci beberapa kasus menonjol yang berhasil diungkap jajarannya tahun ini, antara lain kasus pembunuhan berencana di Sindangagung, penganiayaan berat di Cigugur, tindak pidana korupsi dana desa di Mancagar, serta pencurian dengan kekerasan di Nusaherang.
Kabar baik datang dari sektor keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Meski jumlah kejadian kecelakaan sedikit meningkat 1 persen menjadi 164 kasus, tingkat fatalitas korban meninggal dunia turun tajam.
“Alhamdulillah, korban meninggal dunia turun signifikan sebesar 75 persen. Dari 58 orang pada tahun 2024, menjadi 19 orang pada tahun 2025,” jelas Kapolres.
Selain itu, penindakan pelanggaran lalu lintas juga meningkat 13 persen dengan total 6.166 penindakan, yang terdiri dari tilang manual dan ETLE Mobile. Polisi juga telah memusnahkan 573 knalpot brong yang meresahkan masyarakat.Di sektor pemberantasan narkoba, Polres Kuningan menangani 70 perkara dengan penyelesaian kasus mencapai 100 persen.
Barang bukti yang diamankan cukup fantastis, meliputi 332,7 gram sabu, obat keras 17.253 butir, hingga tembakau sintetis, dengan estimasi nilai pasar gelap mencapai lebih dari Rp 608 juta.
Polres Kuningan juga aktif mendukung program Asta Cita pemerintah, khususnya dalam swasembada pangan. “Kami bekerja sama dengan Perhutani dan masyarakat menghasilkan panen jagung total 4.194,33 ton dan menyalurkan lebih dari 2,2 juta kilogram beras SPHP kepada masyarakat,” tambahnya.
Dalam hal pengawasan internal, AKBP Muhammad Ali Akbar menegaskan komitmennya terhadap “pembersihan internal”. Meski pelanggaran disiplin dan kode etik menurun, Polres Kuningan tidak ragu memberikan sanksi berat.
“Tahun ini ada 2 personel yang kami berhentikan tidak dengan hormat (PTDH). Ini naik dari tahun lalu yang hanya 1 orang. Ini bukti ketegasan kami menjaga maruah institusi,” tegasnya.
Menutup konferensi pers, Kapolres menyampaikan apresiasi atas berbagai penghargaan yang diraih Polres Kuningan sepanjang 2025, termasuk predikat Pelayanan Prima dari Kapolri dan penghargaan Public Service of The Year Jawa Barat.
“Kami berharap transparansi ini menjadi bahan evaluasi untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang lebih baik di tahun 2026,” harapnya. (Nars)
























