

KUNINGAN – Kabar baik disampaikan oleh pejabat tata kelola keuangan Pemerintah Kabupaten Kuningan di penghujung tahun 2025. Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sekaligus Sekretaris Daerah (Sekda) Kuningan, U Kusmana, memastikan bahwa seluruh kewajiban tunda bayar tahun ini telah lunas terbayarkan.


Pernyataan tersebut disampaikan U Kusmana dalam konferensi pers akhir tahun, didampingi Kepala BPKAD Deden Kurniawan Sopandi, Kepala Bappeda Purwadi Hasan, dan Kepala Bapenda Laksono Dwi Putranto.
- OJK Cirebon Gerakkan Budaya Menabung Pelajar Ciayumajakuning Sejak Dini
- Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Langkah Pemkab Kuningan Kebut Perbaikan Jalan Prioritas
- Panaskan Mesin Partai di Dapil 2 Kuningan, Neneng Hermawati Gelar Konsolidasi bersama 8 DPAC
- Sembunyi di Bawah Lemari Dapur, Kobra Jawa Sepanjang Satu Meter Dievakuasi Damkar Kuningan
- Kunjungi Padepokan PPCA Kuningan, Tina Wiryawati Dorong Regenerasi Atlet Pencak Silat Berprestasi
U Kusmana menegaskan optimisme pemerintah daerah menyongsong tahun 2026. Menurutnya, berkat perhitungan cermat yang dilakukan TAPD secara terus-menerus, Kuningan diprediksi akan sepenuhnya lepas dari bayang-bayang gagal bayar yang sempat menghantui.
“Hari ini TAPD memastikan tunda bayar tahun ini sudah terbayar semua. Kami optimis, tahun 2026 Kuningan akan tuntas dari bayang-bayang gagal bayar. Penyusunan anggaran ke depan tidak akan dramatis, melainkan realistis,” tegas U Kusmana.
Dalam keterangannya, Sekda menyoroti peran krusial Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar dalam menahkodai daerah di tengah keterbatasan fiskal selama sepuluh bulan terakhir. Meski tingkat kepercayaan masyarakat sempat belum signifikan, pengalaman puluhan tahun Bupati dalam birokrasi dinilai mampu membalikkan situasi dari pesimis menjadi optimis.
“Di tengah keterpurukan fiskal, Pak Bupati paham betul solusi untuk permasalahan daerah. Beliau rajin ‘ngamen’ ke pusat, melobi kementerian agar program dan anggaran bisa turun ke Kuningan,” jelasnya.
U Kusmana menambahkan, jargon “Melesat” yang diusung bukan sekadar slogan, melainkan potensi riil Kuningan untuk berada di atas rata-rata daerah lain. Hal ini dibuktikan dengan berbagai pembangunan dan prestasi yang diraih tanpa membebani APBD (Non-APBD).
“Pembangunan infrastruktur, pengembangan olahraga, hingga bantuan masyarakat diantaranya bekerjasama dengan Baznas, semuanya berjalan tanpa mengandalkan APBD. Ini bukti kreativitas di tengah keterbatasan,” tambahnya.
Menatap masa depan, U Kusmana memproyeksikan tahun 2027 sebagai momentum kebangkitan penuh Kabupaten Kuningan. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan 10 program unggulan yang akan mulai digencarkan untuk mengakselerasi kesejahteraan masyarakat.
“Fakta di lapangan perlahan kita kembalikan, dari pesimisme menjadi optimisme. Insyaallah 2027 kita sudah bisa bangkit sepenuhnya,” tandasnya. (Nars)



