KUNINGAN – Srikandi Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Kuningan, Lin Yulyanti, menegaskan komitmennya untuk mengembalikan kejayaan partai berlambang matahari putih tersebut pada periode 2025-2030.
- Punya Sertifikat! Tembakau Kuningan Naik Kelas, Tak Bisa Lagi Diklaim Daerah Lain
- Batal Kepung Gedung Setda, HMI Kuningan Pilih Tunggu Kepulangan Bupati dari Jakarta
- Waspada Pejabat Pesanan di Manajemen Talenta, Bupati Kuningan Diminta tak Ragu Sikat “Trouble Maker”
- Lepas 445 Jemaah Haji Kuningan, Bupati Dian Ingatkan Pentingnya Kesabaran dan Ibadah yang Mabrur
- Persiapan Final, Jemaah Calon Haji Kuningan Kloter Pertama Dilepas Besok, Pengantar Diimbau ‘Sasalaman’ di Rumah
Hal itu disampaikannya usai menghadiri kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 di Kantor DPD PAN Kuningan, belum lama ini.Lin melihat pentingnya soliditas kader untuk merebut kembali kursi legislatif yang hilang dan memenuhi harapan-harapan politik yang sempat tertunda.
“Harapannya semoga di 2025 sampai 2030, PAN kembali jaya, kembali merebut kursi, dan kembali solid. Kita berupaya mewujudkan harapan-harapan yang kemarin belum sesuai, mungkin karena belum rezekinya,” ujar Lin Yulyanti.
Sebagai kader partai pimpinan Zulkifli Hasan, Lin menekankan bahwa strategi utama ke depan adalah penguatan sektor ekonomi kerakyatan. Ia berencana merangkul kaum ibu (emak-emak) dan generasi milenial melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurut Lin, aspirasi politik tidak cukup hanya disuarakan, tetapi harus ditopang dengan kekuatan ekonomi yang mandiri.”Ekonomi itu nomor satu. Kita tidak akan bisa bergerak jika ekonomi tidak mampu memberdayakan perempuan-perempuan yang akan kita rangkul. Insyaallah jika rezekinya ada, semua rencana akan terealisasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, legislator perempuan Dapil 2 Kuningan ini juga melihat pentingnya melek politik bagi kaum hawa. Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam politik bukan sekadar soal perebutan kekuasaan, melainkan sarana memperluas jejaring (networking) yang berdampak positif pada pengembangan usaha.
“Perempuan harus tahu politik dan mengerti politik. Ini juga sebagai pembelajaran, karena dengan berpolitik jejaring bertambah luas, yang pada akhirnya bisa mengembangkan usaha atau UMKM mereka,” sebutnya. (Nars)

























