KUNINGAN – Menunjukkan sinergitas nyata antara legislatif dan eksekutif, dua tokoh perempuan atau ‘Srikandi’ Partai Gerindra Kabupaten Kuningan, Anggota DPRD Sri Laelasari dan Wakil Bupati Tuti Andriani, melakukan aksi kolaborasi sosial menyapa warga di Kelurahan Cijoho.

Kegiatan bertajuk “Sapa Warga” ini difokuskan untuk menyisir warga yang sakit dan kurang mampu namun belum terdata dalam bantuan pemerintah. Dalam kesempatan tersebut, kedua Srikandi ini menyerahkan bantuan berupa kursi roda dan paket sembako.
- Menu MBG Bermasalah atau Tak Sesuai Harga? Lapor ke Sini Saja!
- Soal Kelola Alam, Patuh Regulasi Saja Tak Cukup, Pejabat Wajib Punya Kesadaran Spiritual
- Banjir Menghantui Cirebon, Anton Octavianto: Stakeholder dari Hulu ke Hilir Harus Satukan Visi untuk Solusi
- Buntut Sidak KDM, Satpol PP Segel 6 Titik Galian Batu di Pasawahan
- Sikapi Temuan Satgas P3MBG dalam Sidak, Forum Dapur MBG Kuningan: Ini ‘Cambuk’ untuk Berbenah!
Anggota DPRD Kuningan, Sri Laelasari, menjelaskan bahwa kehadirannya bersama Wakil Bupati yang akrab disapa Amih Tuti tersebut bertujuan untuk memastikan kehadiran pemerintah dirasakan langsung oleh masyarakat bawah.
“Kegiatan sapa warga ini saya lakukan bersama Amih Tuti. Kami menyerahkan kursi roda dan sembako, sekaligus mendata beberapa warga yang ternyata belum terdata (bantuan sosial). Kami didampingi langsung oleh Dinas Sosial dan Pak Lurah,” ujar Sri Laelasari usai kegiatan.
Sri menyebutkan, dalam kunjungan tersebut terdapat sekitar 10 warga yang menjadi sasaran prioritas, terdiri dari 9 warga Cijoho dan 1 warga Ciawi. Menurutnya, kondisi mereka sangat memprihatinkan dan memang layak mendapatkan intervensi pemerintah.
“Mereka ini betul-betul membutuhkan uluran perhatian dari pemerintah,” tegasnya
.Selain itu, melalui Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, Sri mengatakan ada sejumlah warga lain yang akan diberi bantuan berupa kursi roda dan tongkat berjalan, yakni warga Kecamatan Darma, Kadugede dan Luragung.
Sri mengapresiasi kinerja Pemerintah Daerah. Berdasarkan pantauannya di lapangan, sebagian besar warga miskin sebenarnya sudah terakomodir oleh program bantuan seperti BPNT maupun PKH.
Hal ini, menurut Sri, membuktikan bahwa program pengentasan kemiskinan di Kuningan berjalan cukup efektif. “Alhamdulillah sebagian besar sudah terakomodir. Ini membuktikan data dari pemerintah terkait pengikisan kemiskinan itu riil dan nyata, masyarakat sudah mulai merasakan dampaknya,” tambah Sri.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Laelasari juga memberikan instruksi khusus kepada perangkat lingkungan setempat. Ia meminta Ketua RT dan RW untuk lebih proaktif memantau kondisi warganya.
“Saya sarankan kepada RT dan RW, jika menemukan warga yang membutuhkan namun belum tersentuh bantuan, tolong segera koordinasi dengan pihak kelurahan. Nanti Kelurahan bisa meneruskan ke Dinas Sosial agar segera dibantu,” imbaunya.
Menutup wawancara, Sri menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial Kabupaten Kuningan, khususnya Kepala Dinas Sosial, yang dinilai cepat tanggap mendampingi turun ke lapangan untuk mengeksekusi bantuan bagi warga yang membutuhkan. (Nars)










