

KUNINGAN – Suasana malam pergantian tahun baru 2026 di Kabupaten Kuningan dipastikan akan berbeda dari biasanya. Sejumlah Pemerintah Desa (Pemdes) di wilayah Kota Kuda secara serentak mengeluarkan larangan tegas bagi warganya untuk tidak menyalakan petasan maupun menggelar pesta kembang api.
- Kuningan Simpan Segudang Bakat Sepak Bola Putri, Akademi Persib dan Askab PSSI Kuatkan Sinergi Pembinaan
- Semarakkan Malam Kemerdekaan, Sekretariat DPRD Kuningan Antusias Ikuti Pawai Taptu
- Babinsa Luragung dan Warga Cileuya Kompak Sulap Jalan Gang Lebih Asri
- Video Jedag Jedug Anies Baswedan Viral, Netizen Malah Desak Jadi Presiden
- Target Padam Jelang Kemerdekaan, Kapan Kebakaran TPSA Ciniru Kuningan Berakhir?
Langkah tegas di tingkat desa ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melalui Surat Edaran Nomor 186/PT.10.11.02/SATPOL PP tentang Kesiapsiagaan Masa Libur Perayaan Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026.
Dalam edaran tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi meminta seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah hingga tingkat desa, untuk merayakan momen pergantian tahun dengan penuh empati dan kesederhanaan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memberikan empati kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah. Rayakan Natal dan Tahun Baru secara sederhana, tertib, aman, dan bertanggung jawab,” tegas Dedi Mulyadi dalam surat edarannya.
Poin krusial yang menjadi dasar larangan di tingkat desa adalah instruksi Gubernur yang secara spesifik melarang penyelenggaraan pesta kembang api.
Larangan ini berlaku bagi instansi pemerintah, badan usaha, hotel, restoran, hingga masyarakat umum di seluruh wilayah Kabupaten/Kota.Gubernur menekankan agar tidak ada penggunaan kembang api berdaya ledak tinggi serta petasan yang menimbulkan kebisingan.
Selain mengganggu ketertiban umum, hal tersebut dinilai berpotensi menyebabkan bahaya kebakaran.Merespons hal ini, sejumlah perangkat desa di Kabupaten Kuningan mulai menyosialisasikan aturan tersebut kepada warganya.
Pihak Pemdes menegaskan akan melakukan pengawasan bersama unsur TNI dan Polri (Babinsa dan Bhabinkamtibmas) untuk memastikan malam pergantian tahun berjalan kondusif tanpa ledakan mercon yang membahayakan. (Nars)



