Artikel Desa Jawa Barat Kuningan

Bukan di Lereng Ciremai, Ternyata Masih Ada 4 Desa di Kuningan yang Berada di Dalam Hutan

KUNINGAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kuningan merilis data terbaru mengenai Potensi Desa (Podes) tahun 2025. Data tersebut menyingkap fakta geografis menarik di mana masih terdapat permukiman warga yang berlokasi di dalam kawasan hutan.

Berdasarkan pendataan statistik tersebut, tercatat ada 4 desa di Kabupaten Kuningan yang wilayahnya berada di dalam hutan. Menariknya, keempat desa ini justru tidak berada di kaki Gunung Ciremai yang selama ini dikenal sebagai ikon hutan Kuningan.

Sebaran empat desa di dalam hutan tersebut meliputi satu desa di Kecamatan Ciniru, satu desa di Kecamatan Karangkancana, dan dua desa di Kecamatan Cimahi.Selain itu, BPS juga mencatat sebanyak 152 desa posisinya bersentuhan langsung atau berada di tepi kawasan hutan.

Konsentrasi desa tepi hutan terbanyak berada di Kecamatan Ciwaru dan Garawangi, masing-masing memiliki 12 desa. Sementara sisanya, yakni 220 desa, berada di luar kawasan hutan.

Beralih ke sektor ekonomi, wajah Kabupaten Kuningan pada tahun 2025 masih sangat agraris. Dari total 376 desa dan kelurahan yang ada, mayoritas penduduknya menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

Rakyat Gigit Jari, Di Tengah Gaung Efisiensi Anggaran, DPRD Kuningan Gelar Bimtek Miliaran Rupiah

Data BPS merinci sumber penghasilan utama penduduk sebagai berikut:

Sektor Pertanian: Mendominasi di 280 desa/kelurahan.

Sektor Jasa: Menjadi tumpuan di 100 desa/kelurahan.

Sektor Industri: Hanya menjadi penghasilan utama di 16 desa/kelurahan.

Kecamatan Maleber mengukuhkan diri sebagai sentra pertanian terbesar dengan 14 desanya menjadikan sektor ini sebagai tumpuan hidup, disusul oleh Kecamatan Darma, Ciawigebang, dan Garawangi yang masing-masing memiliki 13 desa berbasis pertanian.

Seleksi Calon Kadis Hanya Diikuti 67 Pejabat Eselon III, Pengamat Soroti Sistem Data Manajemen Talenta BKPSDM Kuningan

Lebih dalam lagi, data Potensi Desa 2025 memetakan spesialisasi ekonomi warga berdasarkan komoditas unggulan di tiap kecamatan:

Tanaman Pangan: Kecamatan Maleber menjadi lumbung utama, di mana warga di 14 desanya fokus pada sektor ini.

Perkebunan: Kecamatan Jalaksana memimpin dengan 3 desa yang penduduknya mengandalkan hasil kebun.

Hortikultura: Kecamatan Subang menjadi sentra dengan 2 desa penghasil sayur dan buah.

Peternakan: Sektor ini menjadi primadona di Kecamatan Cilebak dan Cigugur (masing-masing 1 desa).

Bidik Pasar Global, Kuningan Siapkan Diri Jadi Pemain Kopi Kualitas Dunia

Perikanan: Kecamatan Darma, dengan potensi waduknya, memiliki 1 desa yang fokus pada perikanan.

Sementara itu, pergeseran ke arah ekonomi modern terlihat di Kecamatan Cidahu yang menjadi pusat industri (3 desa), serta Kecamatan Kuningan yang mendominasi sektor jasa dan perdagangan dengan 15 kelurahan/desa sebagai pusat perputaran uang di wilayah kota.

Data ini menjadi tolak ukur penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, baik untuk desa di kawasan hutan maupun sentra-sentra ekonomi produktif. (Nars)

× Advertisement
× Advertisement