KUNINGAN – Sektor pariwisata di Kabupaten Kuningan yang kian menggeliat pesat membawa tantangan baru di bidang infrastruktur. Tingginya lonjakan kunjungan wisatawan, terutama pada momen libur akhir pekan (long weekend), kerap memicu kepadatan arus lalu lintas. Di tengah situasi ini, kelanjutan pembangunan Jalan Lingkar Timur Selatan (JLTS) dinilai sebagai tumpuan harapan dan solusi strategis bagi masyarakat luas.
Hal tersebut menjadi sorotan utama dalam agenda peninjauan langsung (on the spot) rombongan Komisi V DPR RI ke lokasi proyek JLTS di Kabupaten Kuningan belum lama ini.
Bupati Kuningan membenarkan tingginya antusiasme wisatawan yang masuk ke wilayahnya belakangan ini. Menurutnya, JLTS tidak hanya akan mengurai penumpukan kendaraan, tetapi juga menawarkan lanskap pemandangan alam yang sangat indah, serupa dengan kesuksesan Jalan Lingkar Timur Utara.
- Pesona Pasir Batang Kuningan: Kesejukan Hutan Pinus, Agrowisata, hingga “Bukit Teletubbies”
- Pesik Kuningan Lolos Liga 3, Konvoi Sambutan Warga Mengular
- Dukung Pemerintahan Bersih, DPC KSPSI Kuningan Apresiasi Ketegasan Presiden Prabowo Berantas Korupsi
- Teror Tengah Malam: Ular Weling Hitam Mematikan Muncul di Samping Bantal Warga Kuningan
- Akhir Pekan Kuningan Makin Padat Wisatawan, Pembangunan JLTS Jadi Harapan Baru
“Kalau long weekend tu Kuningan sudah padat banget. Jadi merupakan salah satu alternatif wisata di Jawa Barat wilayah timur,” ungkap Bupati Kuningan di sela-sela peninjauan.
Lebih lanjut, Bupati meyakini bahwa kehadiran akses jalan baru ini akan memberikan efek domino yang positif bagi kesejahteraan masyarakat Kuningan secara menyeluruh.
“Jalan ini akan menjadi sebuah jalan utama, akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, wisata, investasi, dan jasa serta perdagangan. Karena ini merupakan jalur vital antara Cirebon, Kuningan, Ciamis, sampai tembus Banjar,” tambahnya.
Merespons urgensi infrastruktur pariwisata tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Saiful Huda, menegaskan komitmen lembaganya untuk memberikan dukungan penuh. Ia menekankan pembangunan JLTS sangat penting agar Kuningan tidak mengulangi kendala infrastruktur yang dialami oleh daerah wisata lain, di mana pertumbuhan wisata yang cepat tidak diimbangi dengan kesiapan fasilitas jalan raya.
“Prinsipnya, kami di Komisi V mendukung penuh karena Kabupaten Kuningan ini ingin menjadi kabupaten destinasi wisata baru di Jawa Barat. Jadi kita beri support penuh supaya tidak kejadian di Garut. Di Garut itu pertumbuhan cepat tapi infrastrukturnya masih keteteran,” tegas Saiful Huda.
Huda juga memuji potensi Kuningan yang memiliki suasana pegunungan sejuk dan daya tarik kuliner yang kuat. Untuk memastikan proyek JLTS segera terealisasi tanpa harus menunggu seluruh lahan bebas bersamaan, ia langsung mengusulkan skema percepatan eksekusi pembangunan yang realistis.
“Saya usul yang 5 kilometer yang sudah siap (lahannya), kita dorong saja melalui Inpres Jalan Daerah (IJD). Sisanya selesaikan (pembebasannya) di pertengahan tahun depan supaya bisa diusulkan menggunakan SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) di 2027. Jadi tuntas keseluruhan,” urai Huda memberikan solusi taktis.
Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten Kuningan sendiri telah menganggarkan dana sebesar Rp14 Miliar pada APBD tahun ini guna merampungkan sisa pembebasan lahan, khususnya di segmen Citangtu hingga Winduhaji. (Nars)















