KUNINGAN – Anggota DPRD Kabupaten Kuningan, Sri Laelasari, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan sosial yang diselenggarakan oleh Yayasan Cipta Wening. Menurutnya, acara yang menggabungkan Peringatan Maulid Nabi dan Hari Santri ini adalah contoh sempurna dari “dakwah sosial” yang relevan dengan tantangan zaman.
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
- Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban
- Kenang Jasa Guru dan Orangtua, Demonstran HMI Kuningan Tak Kuat Tahan Air Mata, Sebut Anggaran Pendidikan Selalu Jadi Bancakan
- Ditanya Transparansi Pengawasan Temuan BPK di Disdikbud, Ini Jawaban Wakil Ketua DPRD Kuningan Ujang Kosasih
“Apa yang kita saksikan hari ini adalah wujud nyata dari dakwah yang tidak hanya di mimbar, tetapi hadir memberi solusi dan kebahagiaan bagi umat,” ungkap Sri Laelasari saat menghadiri acara di Desa Subang, Jum’at (24/10/2025).
Ia menegaskan, kegiatan seperti khitanan massal dan santunan anak yatim merupakan cara terbaik meneladani akhlak Rasulullah SAW, yang dikenal memiliki kepedulian sosial yang begitu tinggi.
Menurutnya, nilai-nilai inilah yang perlu terus dihidupkan untuk menjawab tantangan moral dan sosial yang semakin kompleks.


Lebih lanjut, Sri Laelasari mengaitkan acara ini dengan spirit Hari Santri Nasional. Ia memandang bahwa santri, sesuai sejarahnya, bukan hanya simbol kesalehan individu, melainkan juga kekuatan sosial dan penjaga moral bangsa.“Inisiatif Yayasan Cipta Wening ini mencerminkan peran santri sebagai motor penggerak perubahan sosial yang damai,” kata Sri.
Ia menambahkan, agenda baik ini membuktikan bahwa semangat cinta tanah air yang berlandaskan Islam rahmatan lil alamin terus hidup di tengah masyarakat.
”Saya berharap, semangat berbagi yang ditunjukkan oleh Yayasan Cipta Wening dapat menjadi budaya positif yang menular di seluruh lapisan masyarakat Kuningan,” tutur Sri. (Nars)

























