Ia menilai data tersebut janggal dan perlu diklarifikasi karena tidak sejalan dengan kondisi riil sosial ekonomi masyarakat.
Nuzul Rachdy secara khusus menyoroti kontradiksi data ini dengan rilis BPS tahun sebelumnya. “Tahun kemarin BPS juga yang mengumumkan Kuningan masuk daerah termiskin. Tiba-tiba setahun kemudian mengumumkan capaian sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi terbaik se-Jawa,” ujar Nuzul Rachdy kepada KR, Senin (3/11). (Nars)
























