KUNINGAN – Suasana haru menyelimuti Aula Kodim 0615/Kuningan saat Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon, Hj. Fifi Sopiah, memberikan motivasi kepada para orang tua siswa yang anaknya tengah mengikuti pendidikan karakter di Barak Militer Kodim 0615/Kuningan.
Beberapa orang tua terlihat meneteskan air mata ketika Bunda Fifi—sapaan akrabnya—menyampaikan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak. Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau institusi, tetapi yang paling utama dimulai dari rumah.
- Menu MBG Bermasalah atau Tak Sesuai Harga? Lapor ke Sini Saja!
- Soal Kelola Alam, Patuh Regulasi Saja Tak Cukup, Pejabat Wajib Punya Kesadaran Spiritual
- Banjir Menghantui Cirebon, Anton Octavianto: Stakeholder dari Hulu ke Hilir Harus Satukan Visi untuk Solusi
- Buntut Sidak KDM, Satpol PP Segel 6 Titik Galian Batu di Pasawahan
- Sikapi Temuan Satgas P3MBG dalam Sidak, Forum Dapur MBG Kuningan: Ini ‘Cambuk’ untuk Berbenah!
“Anak adalah aset masa depan bangsa. Mereka bukan hanya membutuhkan pendidikan formal, tetapi juga bimbingan, keteladanan, dan perhatian dari orang tuanya setiap hari,” ucapnya, Kamis (29/5/2025).
Fifi juga menyoroti tantangan zaman yang dihadapi generasi muda saat ini. Perkembangan teknologi dan maraknya penggunaan smartphone dengan berbagai platform aplikasi, menurutnya, telah memengaruhi kebiasaan anak dalam kehidupan sehari-hari.
“Kemajuan teknologi memang tidak bisa dihindari, namun jika tidak disertai kemampuan memilah dan memilih, anak-anak bisa terjerumus ke dalam perilaku menyimpang,” ujar Fifi.
Ia pun mengimbau kepada para orang tua untuk memberikan keteladanan setelah anak-anak mereka selesai mengikuti program pendidikan karakter. Para siswa yang kini digembleng melalui program bela negara oleh jajaran Kodim 0615/Kuningan tersebut, nantinya akan kembali ke lingkungan keluarga.
“Jangan sampai anak-anak ini kembali kepada kebiasaan lama karena tidak ada dukungan dan contoh yang baik dari orang tuanya. Pendidikan karakter harus menjadi proses berkelanjutan,” pesannya.
Sementara itu, Kusma, salah satu orang tua siswa asal Desa Winduhaji, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada jajaran TNI dari Kodim 0615/Kuningan. Anaknya kini sedang mengikuti pendidikan selama 14 hari di barak militer tersebut.
“Saya percaya para prajurit TNI mendidik anak-anak kami dengan porsi yang sesuai. Harapan saya, anak saya bisa berubah menjadi pribadi yang lebih disiplin dan menjadi contoh bagi teman-temannya, baik di sekolah maupun di lingkungan,” ungkap Kusma.
Ia mengaku sebelumnya merasa sudah cukup maksimal dalam mendidik anaknya di rumah. Namun, sang anak semakin sulit diatur, kerap pulang larut malam karena kecanduan bermain game online.Ketika mendapat formulir persetujuan dari pihak sekolah untuk mengikuti program pendidikan karakter di barak militer, Kusma pun langsung menyetujui.
“Saya percaya, ini langkah terbaik untuk masa depan anak saya,” katanya penuh harap.
Terpisah Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, meyakini program pendidikan karakter yang digagas oleh pemerintah bekerja sama dengan Kodim 0615/Kuningan ini menjadi salah satu upaya konkret dalam membina generasi muda agar memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat bela negara yang tinggi, sekaligus membentengi mereka dari pengaruh negatif perkembangan zaman. (Nars)










