

JAWA BARAT — Upaya melahirkan bibit-bibit pesepak bola unggul di Tanah Air tidak bisa hanya bergantung pada angan-angan tanpa fasilitas yang memadai. Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Tina Wiryawati, saat menanggapi antusiasme warga Cigadung yang tengah merintis pembangunan lapangan sepak bola.
Dalam kesempatan tersebut, Tina yang pernah menjabat sebagai Direktur Sekolah Sepak Bola (SSB) Pelita Jaya, membagikan pengalamannya saat melakukan studi banding ke klub-klub elit Eropa seperti Ajax, Feyenoord (Belanda), hingga Real Madrid (Spanyol).
- Ketua DPRD Kuningan Tuding Eksekutif Sepelekan Revisi RTRW dan Tak Hargai Rakyat
- Kepala Dinas Kompak Absen, Audiensi RTRW Kuningan Dibubarkan: Relawan Lingkungan Ancam Aksi Massa
- Kuningan Simpan Segudang Bakat Sepak Bola Putri, Akademi Persib dan Askab PSSI Kuatkan Sinergi Pembinaan
- Semarakkan Malam Kemerdekaan, Sekretariat DPRD Kuningan Antusias Ikuti Pawai Taptu
- Babinsa Luragung dan Warga Cileuya Kompak Sulap Jalan Gang Lebih Asri
Menurutnya, negara-negara maju memandang sepak bola sebagai karier yang menjanjikan karena didukung penuh oleh infrastruktur di tingkat masyarakat terbawah.
“Di Belanda itu, dalam cakupan satu wilayah setingkat RW saja, mereka bisa memiliki lapangan bola yang sangat bagus, jumlahnya bisa sampai delapan. Mereka dibina sejak usia dini, ditunjang dengan lapangan yang layak, kompetisi rutin, dan pemantauan dari talent scouting,” papar Legislator Gerindra ini.
Merespons dorongan agar dirinya kembali mendirikan SSB guna menyokong pembinaan pemain muda—terlebih untuk menyelaraskan dengan kompetisi seperti Piala Prabowo—Tina menetapkan syarat yang tegas. Ia enggan mendirikan institusi pendidikan bola jika tidak ada komitmen penuh dan konsistensi dari masyarakat setempat.
Bagi Tina, pendidikan sepak bola membutuhkan waktu yang panjang dan tidak bisa berjalan instan. Ia mencontohkan ekosistem di Belanda, di mana anak-anak yang terpilih masuk akademi profesional akan mendapatkan pendampingan menyeluruh. Kehidupan dan pendidikan akademis mereka dijamin, sehingga orang tua merasa aman dan tenang membiarkan anak mereka mengejar karier di lapangan hijau. (Nars)



