KUNINGAN – Pasca ditemukannya sesosok mayat laki-laki tanpa identitas di kawasan Puncak Gunung Ciremai, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) mengeluarkan himbauan bagi para pengunjung kawasan yang melakukan pendakian.
Meski, hingga pagi ini belum bisa dipastikan bahwa jasad yang ditemukan di jarak 200 meter dari Puncak Ciremai tersebut merupakan seorang pendaki.
- Punya Sertifikat! Tembakau Kuningan Naik Kelas, Tak Bisa Lagi Diklaim Daerah Lain
- Batal Kepung Gedung Setda, HMI Kuningan Pilih Tunggu Kepulangan Bupati dari Jakarta
- Waspada Pejabat Pesanan di Manajemen Talenta, Bupati Kuningan Diminta tak Ragu Sikat “Trouble Maker”
- Lepas 445 Jemaah Haji Kuningan, Bupati Dian Ingatkan Pentingnya Kesabaran dan Ibadah yang Mabrur
- Persiapan Final, Jemaah Calon Haji Kuningan Kloter Pertama Dilepas Besok, Pengantar Diimbau ‘Sasalaman’ di Rumah
BTNGC mengingatkan pentingnya bagi seluruh pengunjung, baik masyarakat lokal maupun pendaki, untuk mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, terutama kewajiban melapor dan melakukan pendataan, sebelum melakukan pendakian.
Humas BTNGC, Adi Sularso, menyebutkan bahwa kepatuhan terhadap SOP adalah prinsip utama demi keamanan dan kenyamanan bersama. Penemuan jenazah yang tidak teridentifikasi ini menjadi contoh nyata pentingnya proses pendataan.
“Prinsipnya gini, untuk keamanan, kenyamanan, pokoknya semua orang yang masuk ke kawasan ya harus ada pendataan, entah itu yang masyarakat lokal, dan sebagainya,” ujar Adi saat dikonfirmasi, Rabu (29/10/2025) malam.
Adi menjelaskan bahwa kewajiban pendataan ini seringkali diabaikan, padahal sangat vital untuk proses mitigasi dan penanganan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di dalam kawasan.
“Ikuti aja SOP kan ada di pendakian tuh. Entah lokal entah apa kan tetap aja harus ngelapor,” tegasnya.
Kepatuhan pada SOP tersebut, imbuhnya, agar pihaknya bisa mengetahui identitas dan kegiatannya apa yang dilakukan pengunjung di kawasan. “Biar diketahui identitasnya ya kalau ada apa-apa,” ujarnya.
Himbauan ini kembali ditegaskan pihaknya menyusul penemuan jenazah oleh Tim Smart Patrol BTNGC yang sedang melakukan patroli rutin. Jenazah tersebut ditemukan di jalur pendakian Linggajati, sekitar 200 meter dari kawah dalam kondisi yang sudah memprihatinkan.
“Di TKP itu tidak ada identitas, tidak ditemukan identitas,” ungkap Adi.
Saat ini, pihak BTNGC masih melakukan pengecekan data di seluruh jalur pendakian untuk mencari laporan orang hilang yang mungkin cocok dengan ciri-ciri korban.
Pihaknya juga telah berkoordinasi intensif dengan Polres Kuningan, Polsek, dan BPBD untuk merencanakan proses evakuasi jenazah dari puncak yang akan dilaksanakan pada Kamis (30/10/2025) ini. (Nars)












