KUNINGAN – Suasana Rapat Paripurna DPRD Kuningan, Rabu (11/6/2025), mendadak berubah ketika Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, harus meninggalkan sidang dan dilarikan ke RSUD 45 Kuningan. Paripurna yang sedianya membahas agenda Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD, sempat diskors selama lima menit oleh Ketua DPRD, Nuzul Rachdy.
Insiden tersebut terjadi usai pembukaan sidang dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Bupati Dian terlihat meninggalkan ruang sidang melalui pintu belakang gedung DPRD, kemudian dipapah ke mobil dinasnya oleh sejumlah ajudan dan pejabat untuk segera dibawa ke rumah sakit.
- Rakyat Gigit Jari, Di Tengah Gaung Efisiensi Anggaran, DPRD Kuningan Gelar Bimtek Miliaran Rupiah
- Seleksi Calon Kadis Hanya Diikuti 67 Pejabat Eselon III, Pengamat Soroti Sistem Data Manajemen Talenta BKPSDM Kuningan
- Diwarnai Kartu Merah, Persib Bandung Susah Payah Tahan Imbang Dewa United 2-2
- Bidik Pasar Global, Kuningan Siapkan Diri Jadi Pemain Kopi Kualitas Dunia
- Demo Warga Kalimanggis Kulon Berbuah Hasil, Kades Wahidi Dipastikan Tak Ngantor Lagi Mulai Besok
Kepala Bidang Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Setda Kuningan, Deni Komara, membenarkan bahwa Bupati Dian sempat masuk ke ruang ICU untuk observasi awal oleh tim medis.“Setelah observasi di ICU, beliau kemudian dipindahkan ke ruang VIP RSUD 45 untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” ungkap Deni saat dihubungi wartawan.
Menurut Deni, hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa Bupati mengalami penurunan kondisi fisik (drop) akibat asam lambung yang naik. Meski begitu, kondisinya dikabarkan stabil dan akan menjalani perawatan inap selama satu malam untuk pemulihan.


“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan agar Pak Bupati segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali menjalankan aktivitas seperti biasa,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan, Beni Prihayatno, mengatakan bahwa kondisi Bupati kemungkinan besar disebabkan oleh kelelahan akibat padatnya agenda kegiatan pemerintahan dalam beberapa waktu terakhir.
“Beliau kemungkinan besar kecapekan, karena memang jadwalnya belakangan ini sangat padat. Hampir setiap hari menghadiri berbagai kegiatan,” jelas Beni.
Ia juga mengatakan cuaca yang belakangan kerap berubah-ubah, turut menjadi faktor risiko gangguan kesehatan.“Musim sekarang juga agak sulit diprediksi. Banyak masyarakat juga mengeluhkan sakit. Jadi bukan hal yang aneh jika kondisi tubuh drop,” tambahnya. (NARS)

























