KUNINGAN – Di hadapan ribuan jemaah Sholat Idul Fitri 1447 H di Masjid Syiarul Islam, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., membawa kabar segar mengenai kondisi ekonomi daerah yang menunjukkan tren positif signifikan. Dalam momen tersebut, ia mengungkapkan bahwa Kuningan kini mencatatkan pertumbuhan paling moncer di kawasan Metropolitan Rebana.
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
- Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban
- Kenang Jasa Guru dan Orangtua, Demonstran HMI Kuningan Tak Kuat Tahan Air Mata, Sebut Anggaran Pendidikan Selalu Jadi Bancakan
- Ditanya Transparansi Pengawasan Temuan BPK di Disdikbud, Ini Jawaban Wakil Ketua DPRD Kuningan Ujang Kosasih
Laju ekonomi Kuningan sepanjang tahun 2025 tercatat menyentuh angka 6,98 persen secara tahunan (year-on-year). Angka ini tidak hanya menempatkan Kuningan sebagai jawara di kawasan Rebana, tetapi juga menjadikannya salah satu daerah dengan performa ekonomi terbaik di seluruh Jawa Barat.
“Ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan tanda bahwa dapur masyarakat kembali mengepul dan usaha warga mulai bergerak kembali,” tegas Dian Rachmat Yanuar di tengah suasana khidmat pagi tadi, Sabtu (21/3/2026).
Seiring dengan bergairahnya ekonomi daerah, angka kemiskinan di awal tahun 2026 juga berhasil ditekan hingga ke level 10,74 persen, atau berkurang lebih dari 12 ribu jiwa. Begitu pula dengan tingkat pengangguran yang menyusut ke angka 7,59 persen.
Di sisi tata kelola keuangan, Pemerintah Kabupaten Kuningan melaporkan telah membereskan beban “tunda bayar” senilai Rp96,7 miliar lebih cepat dari jadwal semula. Langkah ini diambil guna memastikan fondasi keuangan daerah tetap sehat untuk menopang pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan.
Terkait infrastruktur, Pemkab Kuningan sepanjang tahun lalu telah melakukan perbaikan di 153 ruas jalan dengan kucuran anggaran mencapai Rp53 miliar.
Meski begitu, Bupati Dian meminta maaf karena beberapa proyek perbaikan jalan di tahun 2026 ini sedikit terkendala faktor cuaca.
“Kami memohon maaf jika perjalanan para pemudik sedikit terganggu karena ada perbaikan yang terpaksa dijadwalkan ulang akibat cuaca. Kami terus berikhtiar agar pembangunan ini benar-benar terasa manfaatnya,” lanjutnya.
Selain capaian fiskal dan infrastruktur, sektor pertanian Kuningan juga mencatatkan surplus beras hingga 120 ribu ton, mempertegas status daerah ini sebagai lumbung pangan yang tangguh di Jawa Barat.
Menutup sambutannya, Bupati yang juga putra daerah ini mengajak para perantau yang pulang kampung untuk ikut berkontribusi membangun tanah kelahiran. Ia menyebutkan bahwa kemajuan Kuningan tidak bisa hanya dipikul oleh pemerintah, melainkan butuh keterlibatan hati seluruh warganya, di mana pun mereka berada. (Nars)
























